3 Tahun Pernikahan

Menjadiayah.com Saya adalah lelaki yang sangat beruntung. Itu jawaban pertama kali saya lontarkan ketika seorang kawan bertanya perihal rencana saya menikah pada 29 Agustus 2018 silam. Hari ini, 29 Agustus 2021 adalah tepat tiga tahun yang lalu akad saya ucap untuk bersaam dan membersamai wanita pilihan saya, Wanti.

Perjalanan saya perihal memilih jodoh, atau lebih tepatnya mencari seseorang yang bisa mengerti karakter saya bukanlah hal yang mudah. Walau saya tidak memiliki rekam jejak yang cukup bayak dalam mengenal seorang wanita. Tentu, Wanti bukan wanita pertama yang saya kenal dan menjalin hubungan ke arah yang serius.

Namun, Wanti adalah jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan perihal seperti apa sejatinya hubungan yang serius. Dari Wanti, saya banyak belajar, saya banyak memahami gambaran masa depan saya. Selain, dari Ibu dan Bapak saya tentu saja.

Wanti, saya perkenalkan ke pada orang tua saya. Tidak ada komentar apa pun ketika itu. Semua seperti masuk dalam ruang lain, ruang yang saya sendiri asing. Namun, ruang itu adalah restu. Ibu saya, yang sebelumnya cukup ‘pemilih’ seperti mendapat jawaban atas pilihan-pilihan versi beliau.

Saya kira semua Ibu memang pemilih perihal siapa wanita yang akan ‘menggantikan’ kekasih hati anak kandungnya. Sehingga saya sangat paham, jika Ibu selalu memberikan gambaran-gambaran wanita yang bisa ‘tahan’ menjalani hidup dengan saya.

Saya adalah lelaki yang beruntung. Memiliki orang tua yang selalu mau mendengar dan memberi masukan. Juga kini sedang berusaha membangun rumah tangga yang saya dorong untuk bisa memiliki waktu saling bicara, utamanya sejak kehadiran Nala.

Seperti hari ini, kami ngobrol dengan Ibu dan Bapak melalui saluran video call. Nala, tentu saja menjadi pemeran utama dalam obrolan yang saya koneksikan melalui layar LED (karena masih menghindarkan Nala dari telepon genggam) Layar lebar LED menjadi pilihan, karena kami bisa duduk bareng sembari memandangi lawan bicara di kejauhan.

Pagi tadi, Wanti membuat nasi kuning dan ayam ingkung. Ini tentu kali pertama ia membuat. Saya bangga! Ia selalu berani mencoba hal-hal baru, khususnya perihal masak-memasak.

Kami mensyukuri perjalan kami selama tiga tahun ini. Bukan kebetulan, tahun ini kami sedang membangun rumah. Jadi hari ini, rasa syukur itu kami rayakan bersama pekerja yang sedang membantu kami mewujudkan rumah impian kami.

Pesannya sederhana, di 3 tahun perjalannan ini semoga semua semakin akrab, rukun, berjalan seiring, mampu menjalani segala situasi baik dalam saat bahagia atau dalam saat ujian. Semoga kesehatan dilimpahkan, begitu juga rejeki dan kebahagiaan.

Teruntuk Wanti, terima kasih untuk hari-hari berat yang telah kamu lalui dalam memahami saya. Bagaimana pun, rumah tangga ini tidak dapat berdiri dalam satu tiang, sekuat apa pun tiang itu. Terima kasih untuk semua, terima kasih untuk kesabaran kepada ayah dan Nala.

Yogyakarta, 29 Agustus 2021

More Stories
Nala Menari di tempat Wisata
Nala dan Tarian Kegembiraan