Ayah Mengasuh Anak Dalam Parenting Islami

Ayah Mengasuh Anak Dalam Parenting Islami

Beberapa waktu yang lalu saya mengikuti sebuah kajian di Masjid tempat saya tinggal. Kajian rutin setiap malam minggu, yang mana tema kajian berubah-ubah setiap  bulannya. Menjadi menarik pada kajian kali ini adalah mengangkat tema parenting dalam Islam, yaitu bagaimana ayah mengasuh anak dalam parenting islami.

Saya sendiri, berangkat mengikuti kajian dengan banyak pertanyaan yang ingin saya ketahui. Utamanya, bagaimana sebenarnya peran ayah mengasuh anak dalam parenting islami. Ini terkait dari pandangan umum yang masih melekat di tempat saya tinggal, bahwa; suami mencari nafkah dan istri mengurus anak.

Apa yang saya tuliskan dalam artikel ini, hanya berbagi dari catatan selama saya mengikuti kajian. Mohon untuk bisa memberikan  koreksi jika ada terjadi kesalahan  atau ketidak sesuaian dari catatan ini. Berikut adalah catatan saya mengenai peran ayah mengasuh anak dalam parenting islami.

Kerja Sama Kunci Rumah Tangga Harmonis

Parenting Ayah dalam Islam

Membangun rumah tangga yang harmonis, tidak dapat dilakukan seorang diri, perlu adanya kerja sama antara suami dan istri. Maka, penting adanya kemampuan dalam memahami satu sama lai.

Ketika rumah tangga sudah berdasar pada pemahaman atau kemauan memahami satu sama lain, maka kesadaran akan adanya peran yang sama-sama penting dalam keluarga pun akan tercipta. Kesadaran pembagian peran ini, termasuk dalam mengasuh anak.

Memang, masih ada saja anggapan yang menggaris bawahi bahwa peran mengasuh dan mendidik anak adalah tugas istri. Apalagi jika istri adalah pekerja rumah tangga, atau dalam kondisi kekinian istri yang bekerja dari rumah, baik itu usaha  online atau mengerjakan jasa.

Posisi istri yang lebih banyak berada di rumah, sering kali kemudian mengambil peran dominan dalam mengasuh dan mendidik anak. Padahal, peran suami atau ayah dalam mengasuh dan mendidik anak sama pentingnya. Selain tugas atau tanggung jawab memberikan perlindungan dan nafkah untuk keluarga.

Maka, suami dan  istri perlu untuk rehat sejenak untuk membicarakan kembali peran, tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam membangun rumah tangga. Agar rumah tangga harmonis, dan tumbuh kembang anak dapat sesuai dengan keinginan.

Membicarakan pembagian peran ini, sering kali tidak dilakukan. Ada banyak alasan kenapa rumah tangga masih menggunakan cara lama atau pandangan umum dalam pembagian tugas. Namun, jika sahabat pembaca menginginkan sesuatu yang berjalan seimbang, tidak ada salahnya mulai melakukan pembagian peran yang adil bersama pasangan.

Ayah Harus Terlibat Dalam Pengasuhan Anak

Ayah terlibat dalam mengasuh dan mendidik anak secara islami

Tumbuh kembang anak dalam masa emas mereka adalah momen  penting yang harus kita perhatikan sebagai orang tua. Anak, akan melihat bagaimana lingkungan kecil bernama keluarga. Melihat bagaimana ibu dan ayah.

Kemampuan anak yang sangat luar biasa dalam masa tumbuh kembang, yaitu mengcopy-paste apa yang mereka lihat dan dengar dari lingkungan. Hal ini, perlu kita jaga agar tidak masuk hal-hal yang tidak kita inginkan.

Selain itu, perlu juga adanya keseimbangan yang anak dapatkan dalam pengasuhan.  Misalnya, jika anak menghabiskan 80% waktunya dengan ibu maka rekaman mengenai sosok ayah hanya akan mereka dapatkan 20% saja.

Lebih jauh, bisa saja anak tidak dekat dengan ayahnya, atau bahkan kehilangan atau kekurangan teladan seorang ayah. Ini tentu tidak ingin terjadi pada keluarga kita.

Tugas seorang lelaki atau ayah untuk mencari nafkah memang kewajiban utama. Hal ini karena laki-laki secara fisik cenderung lebih kuat jika dibandingkan perempuan. Namun, para ayah juga harus tetap  terlibat dalam pengasuhan anak.

Perihal ayah ‘lelaki’ harus terlibat dalam pengasuhan anak ini juga dijelaskan dalam Al-Quran. Salah satunya dalam Surat An-Nisa ayat 34 sebagai berikut:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian dari mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain. Dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. 4:34)

Dalam Surat Al-Bakarah ayat 233 juga tersirat hal tersebut. Dalam ayat itu juga dijelaskan peranan ibu. Adapun isinya sebagai berikut:

“Kaum ibu hendaklah menyusui anak-anak mereka selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada kaum ibu (istrinya) dengan cara yang baik dan benar. (Allah) tidak akan memberikan kadar beban kepada hamba-Nya kecuali dengan kadar kesanggupan (hamba tersebut).” (QS. 2:233)

Melalui dua ayat Al-Quran tersebut, kita sebagai lelaki bisa mengartikan bahwa jangan karena sudah mencari nafkah, kemudian angkat tangan dalam peran mendidik anak. Kemudian menyerahkan tugas pengasuhan kepada istri sepenuhnya.

Meneladani Kisah Antara Ayah dan Anak Dalam Al-Quran

Menceritakan Kisah Nabi Pada Anak

Al-Quran bagi seorang muslim adalah pegangan hidup yang utama. Berbagai hal dalam kehidupan telah terkandung dalam Al-Quran, tinggal bagaimana kemauan kita untuk mengakses pengetahuan dan tuntunan yang ada.

Dalam kajian yang saya ikuti tersebut misalnya, mengambil banyak contoh kisah yang terkandung dalam Al-Quran tentang hubungan antara ayah dan anak.

Berbagai kisah yang ada, dapat kita teladani, renungkan, pelajari, lalu kemudian kita aplikasikan dalam kehidupan kita hari ini. Dalam kemampuan saya yang awam, membaca kembali, mendengarkan kembali kajian mengenai hubungan ayah dan anak dalam kisah-kisah para Nabi, sangat relevan dengan kondisi hari ini.

Di antara kisah hubungan ayah dan anak yang ada dalam Al-Quran. Dalam kajian yang saya ikuti, mengambil contoh cerita Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, Nabi Yaqub dalam surat Al-Bakarah 132-133, surat Al-Luqman ayat 12-19, dan surat Yusuf.

Dalam catatan ini, saya sertakan salah satu arti dari surat Al-Luqman ayat 13, sebagai berikut:

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersuatukan Allah, sesungguhnya mempersuatukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Q.S. Luqman 31:13)  

Maka, sebagai seorang lelaki, seorang yang sedang berusaha menjadi ayah, ada baiknya untuk mencoba meneladani berbagai kisah hubungan ayah dan anak yang ada dalam Al-Quran. Ini akan semakin memperkuat diri kita, bahwa peran mengasuh dan mendidik anak adalah peran dan tanggung jawab seorang suami.

Catatan Ayah

Sebagai penutup, mari untuk berdiskusi dengan pasangan agar dapat saling membantu dan membagi peran pengasuhan anak. Karena, ayah dan ibu memiliki peran yang sama-sama penting dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Tentu saya pun sedang belajar untuk itu. Sehingga apa yang saya tulis ini, untuk menasihati diri saya sendiri.

Terima kasih telah membaca catatan saya tentang Ayah Mengasuh Anak Dalam Parenting Islami. Sekali lagi saya tidak menggurui, hanya berbagai apa yang sedang saya jalani. Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai dulu, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
reading, girl, flying
Perkembangan Kosakata Nala