Cara Mengasah Kreativitas Anak

Bagaimana Cara Mengasah Kreativitas Anak

Menjadiayah.com Siapa yang tidak ingin memiliki seorang anak dengan kreativitas tinggi? Semua menginginkan hal tersebut, namun bagaimana cara mengasah kreativitas anak agar bisa tumbuh penuh kreativitas dan inovasi yang mana akan berguna dalam kehidupan mereka. Mari kita cari tahu jawabannya bersama-sama.

Mungkin sahabat pembaca sama seperti apa yang saya rasakan, penasaran dengan apa bakat anak kita. Karena melalui minat dan bakat ini, pola pengasuhan bisa lebih terbantu. Juga kemudahan kita dalam membantu anak menemukan jiwa kreatif mereka.

Kita tahu bahwa dalam perkembangan dunia hari ini, kreativitas menjadi hal yang wajib hukumnya. Seseorang yang kreatif, memiliki daya nilai, daya juang, dalam kehidupan mereka. Ini juga akan memengaruhi keberhasilan atau kesuksesan seseorang di masa depan.

Kenapa kreativitas itu penting? Menurut dr. Bernie Endyarni Medise, SpA(K), MPH, seseorang yang kreatif akan memiliki banyak cara untuk menyelesaikan problem yang dihadapinya. Kreativitas tidak hanya membantu anak dalam mengasah kemampuan psikomotorik, akan tetapi juga menstimulasi kemampuan memecahkan masalah.

Maka, kreativitas seseorang pada dasarnya dapat memunculkan banyak ide segar sebagai alternatif solusi ketika mengalami atau menghadapi sebuah persoalan. Seseorang yang kreatif, anak yang kreatif, tidak akan kehabisan akan, tidak akan kehabisan ide lain. Ketika terjadi kegagalan, memiliki cadangan ide dan cara lain untuk menyelesaikannya.

Tentu, dalam menjalankan peran parenting ayah, kita sebagai seorang ayah sering kali melihat bagaimana anak-anak kita tumbuh dengan kreativitas mereka. Bagaimana anak-anak menyelesaikan persoalan-persoalan yang mereka hadapi. Persoalan sederhana, yang kemudian mampu mereka selesaikan dengan cara yang jenius.

Nah, lantas apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung dan menumbuhkan kreativitas anak sejak dini? Bagaimana cara mengasah kreativitas anak? Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Apa yang akan saya bagikan dalam tulisan ini adalah berbagai rangkuman yang saya pelajari dan sedang saya praktikkan pada Nalaveda anak saya.

Berikan Stimulasi Kreatif Pada Anak Sejak Dini

Berikan Stimulasi Kreatif Pada Anak Sejak Dini

Kita ingin memiliki anak yang kreatif, maka lakukan stimulasi kreatif sejak dini. Menurut dokter Bernie stimulasi dapat dilakukan sesering mungkin dengan melibatkan semua indra (pendengaran, penglihatan, perabaan, penciuman, pengecapan), gerak kasar dan halus kaki, tangan dan jari-jari, dan lainya.

Stimulasi tentu saja dilakukan dengan cara yang menyenangkan, dengan suasana bermain dan kasih sayang. Nah aktivitas apa saja yang bisa kita lakukan untuk melakukan stimulasi kreatif pada anak kita? Berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mengasah kreativitas anak:

Lakukan Stimulasi Melalui Bermain Bersama Anak

Mengasah kreativitas anak dapat orang tua lakukan melalui berbagai permainan. Apa yang sangat digemari anak-anak selain bermain? Maka, terlibatlah dalam permainan anak-anak. Manfaatkan berbagai mainan yang ada.

Ketika anak kita pada usia batita yang sedang senang berbicara, kita dapat bermain telepon-teleponan dengan menggunakan benda yang ada menyerupai telepon. Ajak mereka mendongeng, bercerita, tentu dengan memanfaatkan benda / mainan yang ada.

Atau pada usia anak yang lebih besar, kita dapat mulai untuk mengenalkan alam lingkungan dengan mengajak mengumpulkan daun berbagai jenis, lalu menempelkannya di kertas. Kemudian bisa kita lakukan jilid seperti sedang membuat album.

Dengan kegiatan seperti ini maka anak akan belajar tentang lingkungan dan belajar kerajinan. Jika cara mengasah kreativitas anak ini kita bisa melakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif.

Berikan Kesempatan Anak Untuk Mengeksplorasi Motorik Halus dan Kasar

Berikan Kesempatan Anak Untuk Mengeksplorasi Motorik Halus dan Kasar

Ketika memasuki usia 1 tahun, anak kita mulai menyukai kegiatan fisik yang lebih beragam seperti melompat, memanjat, dan bergelantungan. Ini menjadi tanda bahwa kemampuan motor halus mereka mulai lebih baik.

Pada Nala misalnya, ia senang melompat, walau belum benar-benar bisa melompat. Selain itu juga Nala suka sekali menari, menggerakkan tangan, kaki dan tubuhnya.

Sedangkan pada sisi motorik halus, si Kecil senang mencoret-coret, merobek atau melipat. Semua anak saya kira akan mengalami ini, Nala senang mencoret, bahkan sejak usia di bawah 1 tahun.

Perihal mencoret ini, saya sampai memiliki kotak khusus untuk menyimpan lembar-lembar coretan Nala. Untuk urusan merobek, Nala memiliki kebiasaan ini pada buku-buku Nala.

Aktivitas motorik kasar dan halus dapat  membantu si Kecil melatih keterampilan motoriknya, belajar menggunakan warna dan kertas, mengenal beragam tekstur sekaligus mengekspresikan pikiran, ide, dan pengalaman si Kecil lewat karyanya.

Memperdengarkan Musik dan Lagu Pada Anak

Nala suka sekali menyanyi! Berbagai lagu dari mainan Kelinci Kesayangan, mulai Nala hafal, paling tidak untuk bagian akhir, selain itu Nala sudah mulai menggumamkan nada. Satu lagu yang dari awal sampai akhir Nala sudah hafal adalah lagu Burung Kakak Tua.

Memang, lagu dan musik adalah bentuk ekspresi diri yang baik. Bernyanyi bisa melatih anak dalam menggunakan kata-kata, dan membantunya mengingat kata-kata baru.

Selain itu, melalui musik dan lagu bisa menambahkan gerakan-gerakan menari saat bernyanyi bersama anak. Untuk stimulasi yang bisa kita lakukan misalnya dengan menambahkan kata-kata yang mereka ingat. Ini akan menambah perkembangan kosa kata baru juga.

Oh iya, sebagai orang tua, jangan lupa untuk membuat variasi lagu untuk membantu anak berekspresi, dan ajak anak ikut serta dalam menyebutkan beberapa kata dalam lagu tersebut. Ini akan sangat bermanfaat dalam cara mengasah kreativitas anak.

Sebagai contoh, Nala begitu melekat dengan beberapa lagu plus dengan gerakan. Padahal Nala hanya mendengar (audio) tanpa video klip (visual). Seperti lagu cicak-cicak di dinding, Nala akan segera menyebut atau menunjuk di mana biasanya cicak berada. Begitu juga ketika hujan turun, Nala akan menyanyikan lagu tik tik tik bunyi hujan.

Melatih Kemampuan Berbahasa

Nala sudah mulai suka bertanya, namun belum begitu banyak, pertanyaan Nala masih berhenti pada satu jawaban. Tentu ini berkaitan dengan tumbuh kembang dan usia Nala saat ini yang baru 18 bulan. Namun saya melihat kosa kata Nala sudah cukup lumayan banyak, dan sudah bisa untuk berkomunikasi dengan orang-orang dengan jelas.

Nala sudah mampu merangkai 3 kata menjadi satu kalimat. Kosa kata baru juga tumbuh setiap hari. Tentu saja dari hasil Nala bertanya, dan bagaimana kami orang tua memperkenalkan hal baru / benda baru, kepada Nala. Semua yang sederhana, sesuatu yang ada di sekitar, atau sesuatu yang ada dalam buku Nala.

Untuk anak yang telah berusia 2 tahun, seperti keponakan saya, memang sudah mulai senang bertanya dan berbicara yang cukup kompleks. Narendra keponakan saya itu, jika bertanya akan terus bertanya, sampai bisa bingung orang tua untuk memberikan jawaban. Namun ini fase penting, jangan bosan memberi jawaban, jangan sampai menyerah, atau memberi jawaban sekedarnya agar anak berhenti bertanya.

Ketika anak mulai banyak bertanya, ini bisa kita pupuk agar tumbuh menjadi anak yang kreatif dan kritis. Selain itu, pada usia 2 tahun ke atas, saya melihat bagaimana Narendra mulai tertarik dengan pertemanan dari luar keluarga inti. Ia mulai mencari kawan dari tetangga sekitar. Ini kesempatan sebagai orang tua untuk mulai mengajarkan anak bersosialisasi pada lingkungan sekitar.

Ajak Anak Untuk Bermain Peran

Bermain peran menjadi salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengasah kreativitas anak. Banyak peran yang bisa kita lakukan, tentu saja sesuai dengan usia anak kita. Seperti Nalaveda yang belum banyak mengenal karakter / tokoh / profesi. Maka saya sering bermain peran sebagai mainan-mainan yang telah Nalaveda kenal.

Misalnya, Nala mengenali seperti apa buaya itu. Saya membelikan boneka buaya, yang mana memiliki mulut menganga dan siap memakan apa pun. Nala tahu jika menggigit itu sakit / berbahaya.

Saya memainkan peran sebagai buaya yang menggigit boneka atau mainan Nala yang lain. Lalu, Nala akan berperan sebagai penolong yang melepaskan gigitan buaya tersebut.

Pada usia anak yang sudah lebih besar, tentu berbagai permainan peran dapat dilakukan lebih seru lagi. Misalnya bermain peran sebagai dokter, sebagai polisi, sebagai penari, sebagai penyanyi, bahkan mungkin saja bisa mementaskan  drama dalam satu adegan kecil.

Yang Harus Dilakukan Orang Tua Untuk Mengasah Kreativitas Anak

Yang Harus Dilakukan Orang Tua Untuk Mengasah Kreativitas Anak

Jika kita ingin memiliki anak yang tumbuh sebagai pribadi yang kreatif, maka syarat utamanya adalah kita sebagai orang tua juga harus kreatif. Lebih lagi adalah, kita perlu memberikan contoh bagaimana dalam kehidupan ini berbagai hal yang harus kita selesaikan dengan kreatif.

Orang tua wajib hukumnya memberikan contoh yang baik! Kita ingin anak yang kreatif, namun kita sendiri tidak mau membuka pikiran kreatif, ya sama saja bohong. Maka, sangat penting untuk orang tua menerapkan berbagai hal, melakukan berbagai hal untuk anak dalam kehidupan sehari-hari yang bisa mengasah kreativitas anak.

Lakukan Pola Asus Otoritatif / Demokratis

Pola asuh otoritatif atau biasa juga kita sebut dengan pola asuh “demokratis” adalah pola asuh yang mencari jalan tengah. Dalam berbagai studi, otoritatif adalah pola asuh yang paling efektif dan bermanfaat bagi anak.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua yang fleksibel saat menerapkan pola asuh ini berdasarkan tujuan pribadi dan perilaku unik setiap anak.

Maka, jika kita ingin mengasah kreativitas anak, bersikaplah otoritatif yaitu dengan mendengarkan dan menghargai pendapat anak, serta mendorong agar mereka berani mengungkap atau berpendapat. Sebagai contoh; orang tua perlu mendorong anak untuk bisa ‘bertanya’ atau mempertanyakan akan suatu peristiwa atau suatu hal yang ada di sekitar.

Berikan kebebasan pada anak untuk melakukan eksplorasi atas lingkungan sekitar. Orang tua hanya perlu bertugas memberikan bimbingan  terkait hal-hal yang sebagai mana mestinya, tanpa harus mengekang namun membicarakan dan mendengar apa dan bagaimana pendapat anak.

Mengasah Kreativitas Anak Dengan Memberi Kebebasan Eksplorasi

Usia anak adalah usia penuh rasa penasaran terhadap sesuatu. Selain itu tentu saja usia anak adalah usia bermain. Maka, sebagai orang tua sebaiknya kita tidak membatasi eksplorasi dunia anak-anak. Beri kebebasan dan dukung kepada anak untuk mencoba berbagai cara dan ide dalam melakukan kegiatan mereka.

Jika anak membuat sesuatu, biarkan mereka mengerjakan sesuai imajinasi dan daya serta ide mereka. Jika mereka harus mewarnai pisang dengan warna hitam, ya biarkan saja. Tidak harus memaksakan bahwa pisang harus kuning. Anak bisa saja memiliki pandangan yang berbeda.

Pada usia lebih lanjut, ketika anak mulai mampu berdiskusi, mampu menyampaikan gagasan. Berbagai hal baru, permainan baru, aktivitas baru yang mereka lakukan, bisa kita turut diskusikan. Tentu dengan tetap menjalankan prinsip demokratis.

Mengasah Kreativitas Anak Dengan Mainan Kreatif

Mengasah Kreativitas Anak Dengan Mainan Kreatif

Sekali lagi karena dunia anak adalah dunia bermain. Maka, sudah sewajarnya jika orang tua melakukan investasi pada berbagai permainan kreatif. Saat ini banyak permainan anak-anak yang memang dibuat khusus untuk merangkang kecerdasan dan kreativitas anak-anak.

Berbagai perusahaan atau produsen mainan anak, telah memiliki pasar khusus dengan produk permainan edukatif. Dengan hadirnya berbagai jenis dan model permainan edukatif ini, maka menjadi penting untuk orang tua bisa membaca apakah mainan ini sesuai dan bisa menjadikan anak lebih kreatif.

Setiap permainan yang ada di pasaran memiliki keterangan terkait usia, dan bahkan cara bermainnya. Tentu saja tidak perlu yang berharga mahal, tapi mainan-mainan anak seperti balok kayu susun, lego dan sejenisnya perlu disediakan.  Selain mainan, buku juga menjadi bagian penting yang perlu orang tua belikan untuk anak-anak mereka.

Berikan Pujian Pada Hasil Kreatif Anak

Tidak ada yang sempurna tentu saja. Berbagai hasil karya anak-anak sepatutnya kita nilai dari kaca mata dan dunia mereka. Apa yang mereka hasilkan, pujilah. Buat anak-anak merasa nyaman dan senang melakukan aktivitas kreatif.

Jangan sekali-kali membandingkan hasil kreatif anak kita dengan hasil orang lain. Tidak ada anak yang suka dan ingin dibanding-bandingkan. Anak-anak memiliki dunia, memiliki ide, yang berbeda. Maka, asah dan beri dukungan pada ide  yang anak kita miliki.

Anak-anak membutuhkan banyak dukungan, bahkan dukungan ini sesederhana untuk tidak membandingkan mereka, untuk tidak memojokkan mereka. Dukungan sesederhana mengatakan hal yang menggembirakan. Apa pun hasil yang anak dapatkan, sebagai orang tua fokuslah pada proses yang mereka lakukan.

Catatan Ayah Cara Mengasah Kreativitas Anak

Catatan Ayah Cara Mengasah Kreativitas Anak

Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengasah kreativitas anak kita. Namun, semua cara yang kita miliki, kembali lagi pada kita sebagai orang tua. Apakah kita adalah pribadi yang kreatif?

Jika iya, maka anak kita akan mudah memahami pentingnya menjadi manusia kreatif, namun jika tidak, maka apa yang bisa kita harapkan untuk memiliki anak kreatif?

Tidak ada kata terlambat! Mungkin sebagian pembaca merasa bahwa selama ini telah menjalani hidup biasa-biasa saja, tidak ada sisi kreatif yang menonjol dalam hidup. Tunggu sebentar, bisa jadi pembaca belum menemukan saja, sehingga tidak menyadari sisi kreatif sahabat pembaca.

Mari, menjadi orang tua yang kreatif. Hal ini, bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan aktivitas bersama anak. Sesederhana ketika mama mencoba-coba resep masakan di dapur atau Ayah mencoba sesuatu yang baru dan bereksperimen sampai berhasil.

Berbagai hal yang kita coba lakukan dalam dunia kreatif, biarkan anak melihat dan ambil bagian. Biarkan mereka mengetahui bagaimana ketika ayah gagal dalam eksperimen barunya, bagaimana  mama membuat kesalahan dalam resep memasak.

Libatkan mereka dalam berbagai kegiatan kreatif dan jadikan kegiatan itu sebagai wadah belajar menikmati proses kreatif. Karena bagaimana pun, belajar melalui contoh akan lebih efektif dari pada kata-kata.

Demikian pembahasan kali ini mengenai Cara Mengasah Kreativitas Anak. Terima kasih telah membaca parenting ayah . Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran parenting ayah.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai di sini, terima kasih sudah membaca. Salam

More Stories
Mengetahui Bakat Anak Sejak Usia Dini
Mengetahui Bakat Anak Sejak Usia Dini