Cara Meminta Istri Untuk Berhenti Bekerja

Cara Meminta Istri Untuk Berhenti Bekerja

Menjadiayah.com Hidup adalah bagaimana kita mengambil pilihan-pilihan. Sering kali pilihan yang kita ambil bukan yang terbaik, dan kemudian akan memunculkan pilihan baru. Lalu, kita akan kembali berhadapan, apakah pilihan yang kita ambil sudah tepat. Begitulah kiranya apa yang saya pikirkan ketika meminta istri untuk berhenti bekerja.

Saya paham betul, bagaimana bekerja menjadikan istri memiliki rutinitas dan kesibukan lain di luar rumah. Bekerja menjadi media istri untuk bersosialisasi, mendapatkan suasana baru, dan keluar sejenak dari urusan rumah.

Tetapi, ada banyak hal yang kemudian menjadikan saya merasa perlu, dan menimbang bahwa ini waktu yang tepat untuk membicarakan kembali komitmen bersama perihal pekerjaan. Dunia berubah, industri berubah, berbagai kebijakan perusahaan berubah.

Berbagai perubahan eksternal dalam dunia kerja yang berdampak pada kita sebagai pekerja. Tentu perlu kita sikapi dengan bijak. Apa lagi dalam situasi sulit seperti saat ini. Itu mengapa meminta istri berhenti bekerja adalah pilihan yang tidak mudah.

Ada proses panjang ketika akhirnya istri sepakat untuk berhenti bekerja. Selain karena faktor  eksternal dan internal perusahaan yang semakin tidak mungkin untuk bertahan. Namun juga karena berbagai hal lain yang sifatnya lebih ke dalam ‘sebagai keluarga kecil’.

Nah, apa saja atau bagaimana cara untuk meminta istri berhenti bekerja? Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan bersama istri, sebelum benar-benar memberikan pilihan untuk berhenti bekerja. Berikut adalah  yang bisa kita lakukan sebagai  seorang suami:

1. Merinci Kembali Alasan dan Konsekuensi Berhenti Bekerja

Merinci Kembali Alasan dan Konsekuensi Berhenti Bekerja

Ada banyak alasan mengapa seorang suami meminta  istri untuk berhenti bekerja. Misalnya, ketika mulai dikaruniai seorang anak, sejak masa kehamilan sudah mulai memikirkan untuk nanti istri bisa memberikan dukungan penuh dalam mengasuh anak. Atau, karena hal lain.

Mengasuh anak sering kali menjadi satu dari sekian banyak alasan suami meminta istri berhenti bekerja. Ini wajar sebenarnya, karena memang dalam masa tumbuh kembang anak, di usia emas anak, kehadiran seorang ibu secara penuh menjadi sangat penting. Walau perlu kita garis bawahi bahwa tugas mengasuh anak adalah tugas bersama.

Maka, sebagai seorang suami kita perlu duduk sejenak bersama istri, membicarakan dari hati ke hati. Apa yang menjadi landasan atau alasan utama ketika kita meminta istri berhenti bekerja. Apakah alasan tersebut mampu untuk istri terima, apakah bisa diperdebatkan, didiskusikan ulang. Ingat setiap alasan tentu ada argumen yang mengikutinya.

Setelah mengetahui, dan merinci setiap alasan yang ada. Selanjutnya, mari memahami konsekuensi yang kemungkinan akan timbul dari keputusan berhenti bekerja. Konsekuensi paling utama misalnya adalah berkurangnya pendapatan keluarga. Atau misalnya, kemungkinan istri jenuh karena hanya beraktivitas di rumah, yang mana dalam tingkatan lebih jauh bisa memicu stres.

Setiap alasan untuk meminta istri berhenti bekerja, pada akhirnya akan memberikan konsekuensi yang perlu kita perhitungkan. Maka, penting untuk kita lakukan perhitungan secara rinci konsekuensi positif maupun negatif yang akan timbul.

Konsekuensi positif tentu akan lebih mudah dalam merinci dan mengambil suara sepakat. Namun bagaimana dengan konsekuensi negatif? Maka, kita perlu membicarakan permasalahan yang mungkin muncul dari konsekuensi negatif tersebut.

Sebagai contoh,  bisa jadi penghasilan suami saja tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan bulanan keluarga. Maka sebagai  seorang suami, kita perlu menyadari dan menerima hal ini. Kemudian mencari solusi paling tepat. Kita perlu untuk memperjelas lagi kebutuhan apa saja yang tidak terpenuhi jika istri berhenti bekerja. Kemudian bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut, misalnya kerja tambahan yang akan kita ambil.

2. Menemukan Solusi Lain Setelah Istri Berhenti Bekerja

Menemukan Solusi Lain Setelah Istri Berhenti Bekerja

Setelah membicarakan berbagai alasan dan konsekuensi yang muncul ketika kita meminta istri untuk berhenti bekerja. Selanjutnya adalah mencari solusi. Ini yang sering kali terabaikan begitu saja. Tidak sedikit pasangan yang hanya sampai pada tahap “berhenti bekerja” kemudian tidak mencari solusi dari persoalan yang mungkin muncul akibat pasangan berhenti bekerja.

Ketika istri yang awalnya memiliki kegiatan rutin, memiliki teman kerja, tidak hanya berkegiatan lingkup rumah saja. Lalu tiba-tiba harus mulai beridam di rumah, menjalani aktivitas rumah secara penuh. Kemungkinan muncul stres atau depresi tentu saja mungkin terjadi.

Maka, sejak awal kita sebagai suami jika ingin meminta istri untuk berhenti bekerja perlu untuk memikirkan berbagai solusi. Sederhananya adalah mencari kegiatan pengganti untuk istri.  Bisa dengan mengingat kembali apa yang menjadi bakat istri, menjadi ketertarikan istri, atau hobi istri. Ini semua bisa menjadi pilihan sementara untuk menjadi kegiatan rutin istri.

Selain itu, kita juga perlu untuk mencari solusi dari kemungkinan pendapatan yang berkurang. Ini sangat penting! Jika ternyata dengan istri berhenti bekerja akan berpengaruh pada sumber pendapatan keluarga. Maka sebagai seorang suami, kita perlu memikirkan langkah-langkah nyata dalam memenuhi kekurangan anggaran untuk keluarga.

Mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga, wajib kita lakukan jauh hari sebelum istri benar-benar berhenti bekerja. Adanya persiapan, menjadikan kita juga nyaman, dan istri tidak terbebani ‘berpikir perihal keuangan keluarga’.

Ketika berbagai persoalan bisa kita temukan solusinya, maka meminta istri untuk berhenti bekerja bukanlah hal yang sulit. Dan tentu saja, solusi ini harus lebih dulu disepakati. Solusi yang ada juga benar-benar memberikan jalan keluar untuk istri setelah berhenti bekerja. Jangan sampai istri berpikir bahwa kita hanya ingin ‘melarang’ dia bekerja.

3. Diskusikan Kembali Tujuan Bersama

Diskusikan Kembali Tujuan Bersama

Sebagai sebuah keluarga tentu saja kita memiliki tujuan bersama. Tujuan ini akan berbeda-beda. Misalnya, bagi keluarga baru menikah, mungkin saja tujuan utama mereka adalah agar cepat dikarunia momongan. Maka dalam rangka mencapai tujuan bersama ini, fokusnya adalah bagaimana istri bisa hamil dan nyaman.

Jika ternyata, bekerja membuat istri nyaman dan berdampak positif untuk kehamilannya. Maka, jangan terburu mengambil keputusan untuk meminta istri berhenti bekerja. Jika pun mungkin ketika akan menikah sudah ada pembahasan mengenai komitmen pekerjaan.

Atau misalnya bagi pasangan yang sudah dikarunia anak, tujuan bersama adalah membesarkan anak secara penuh dengan dampingan ibu. Maka, keputusan berhenti bekerja  istri tidak lain untuk mencapai tujuan bersama. Ini akan lebih mudah dalam menjalin komunikasi ketika meminta istri berhenti bekerja.

Bisa juga, ada tujuan bersama yang berhubungan dengan persoalan keuangan. Misalnya, ada tujuan bersama untuk membeli rumah, membangun rumah, atau membeli mobil, dan berbagai hal yang berkaitan dengan keuangan. Karena tujuan bersama ini perlu untuk mendapatkan sumber keuangan yang lebih. Maka, perlu ada komunikasi terkait keuangan dengan istri.

Ketika kita meminta istri berhenti bekerja, bagaimana dengan tujuan bersama tersebut? Apakah benar bisa tercapai rencana membangun rumah pada tahun ini dengan mengandalkan satu sumber pendapatan hanya dari suami? Atau, mungkin solusinya sampai terkumpul uang untuk memenuhi tujuan bersama, baru istri berhenti bekerja?

Menjadi sangat penting untuk mendiskusikan apa yang ingin dicapai bersama pasangan. Kita juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatasi kendala-kendala yang mungkin akan dihadapi bersama.  Misalnya, persoalan terkait pemenuhan kebutuhan harian dan bulanan yang akan berubah karena sumber pendapatan keluarga yang akan mengalami penyesuaian.

4. Menghitung Ulang Kebutuhan Saat Ini dan Mendatang

Menghitung Ulang Kebutuhan Saat Ini dan Mendatang

Untuk lebih meyakinkan keputusan kita ketika akan meminta istri berhenti bekerja, adalah dengan sekali lagi menghitung ulang kebutuhan saat ini dan kebutuhan yang akan datang. Bisa jadi, pada awal keputusan pasangan untuk tidak bekerja, berbagai kebutuhan masih dapat terpenuhi. Namun bagaimana setelah tiga bulan, 6 bulan, dan seterusnya.

Ini penting untuk dilakukan perhitungan sejak awal. Kita bersama tahu bahwa dalam membangun rumah tangga, kebutuhan akan terus meningkat. Misanya yang belum memiliki anak akan ada kebutuhan untuk memiliki anak, kemudian kebutuhan membesarkan anak, kebutuhan mempersiapkan sekolah, kebutuhan untuk tempat tinggal, kendaraan dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Kebutuhan hari ini bisa terpenuhi dengan gaji suami saat ini. Namun bagaimana dengan berbagai kebutuhan besar yang akan datang. Ini tentu bisa kita perhitungkan dengan baik, dengan cara mengelola keuangan yang baik. Sehingga keputusan untuk meminta istri berhenti bekerja dapat benar-benar menjadi keputusan yang bijak. Bukan keputusan ‘asal meminta’ atau malah melarang istri bekerja.

Menjadi penting adanya perencanaan yang tepat dalam setiap keputusan. Maka, ketika akan ada pembagian tugas, kaitannya dengan urusan rumah dan bekerja. Kiranya perlu untuk dipersiapkan jauh hari. Ketika meminta istri berhenti bekerja, berikan pada istri waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian. Jangan mendadak berhenti bekerja.

Waktu penyesuaian ini akan memudahkan kita tentunya dalam melakukan penyesuaian berkaitan dengan kebutuhan kita. Juga mempersiapkan dana untuk kebutuhan masa mendatang. Ketika tabungan sudah cukup, berbagai persiapan terkait finansial sudah aman. Maka keputusan berhenti bekerja tidak akan menjadi beban finansial keluarga.

5. Sadari Bahwa Ini Keputusan Bersama

Sadari Bahwa Ini Keputusan Bersama

Dalam era seperti saat ini tidak mudah bagi seorang istri untuk hanya berdiam diri di rumah. Tidak mudah menjadi pengasuh penuh bagi anak-anak. Istri memiliki dunia sendiri, memiliki keinginan sendiri, memiliki berbagai potensi yang tidak boleh hanya dibiarkan diam di rumah.

Istri juga ingin berekspresi, ingin meniti karier,  ingin menunjukkan kemampuannya. Maka, ketika kita akan mengambil keputusan terkait meminta istri untuk berhenti bekerja, pahami bahwa istri memiliki hak untuk bekerja. Jangan sampai sifat permintaan berhenti bekerja adalah paksaan.

Sadari bahwa ini adalah keputusan bersama! Istri masih bisa mengembangkan berbagai bakat dan minatnya di rumah, atau menjalankan sebagai sampingan. Namun tugas utama adalah membersamai anak. Atau dalam kasus lain, karena  memang tempat kerja yang tidak baik ‘tidak lagi sesuai’ untuk istri.

Sebagai contoh, banyak perusahaan yang berkembang dengan berbagai teknologi baru, dengan berbagai model pekerjaan baru. Bahkan ada yang kini bekerja secara 24 jam, sehingga bekerja bergantian pagi, siang, sore, malam. Karena perubahan-perubahan itu, kita dan istri bisa mendiskusikan perubahan tersebut terhadap kesehatan tubuh.

Apa pun yang menjadi latar belakang dalam keputusan meminta istri berhenti bekerja. Pastikan bahwa keputusan tersebut adalah keputusan bersama. Juga dengan berbagai pertimbangan, berbagai solusi yang sudah dipersiapkan. Agar keputusan ini bisa berjalan baik, tidak menimbulkan persoalan kemudian hari.

Catatan Ayah Ketika Meminta Istri Berhenti Bekerja

Tidak mudah! Hati-hati! Pertimbangkan dengan baik! Lakukan komunikasi! Diskusikan sebaik mungkin! Buat perencanaan! Persiapkan semua jauh-jauh hari. Saya kira, dari berbagai hal yang telah saya tuliskan di atas, kesimpulannya adalah demikian.

Meminta istri berhenti bekerja memang tidak mudah! Apa lagi mencari kegiatan pengganti yang juga produktif. Karena perlu kita pahami, hakikat hidup manusia adalah bekerja ‘dalam berbagai arti’ yaitu ingin berharga dan produktif.

Alasan kami untuk memutuskan istri berhenti bekerja tidak lain karena memang persoalan tempat kerja yang sudah tidak lagi mendukung. Saya sendiri sedang berupaya mendukung berbagai kegiatan yang istri dulu ingin lakukan namun terbentur kesibukan kerja. Kegiatan yang juga produktif, yang juga menghasilkan tentunya. Semoga semua bisa berjalan lancar.

Terima kasih telah membaca catatan ayah kali ini mengenai; meminta istri berhenti bekerja. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran sebagai suami istri dan tentu saja peran mengasuh anak.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai di sini, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Ketika Nala Meludah Sembarangan
Ketika Nala Meludah Sembarangan