Cara Menjadi Ayah Yang Baik Untuk Anak Dan Istri

Cara Menjadi Ayah Yang Baik Untuk Anak Dan Istri

Menjadiayah.com Tiba-tiba melintas dalam benak saya, apakah saya ayah yang baik bagi anak dan istri saya? Tentu saya tidak dapat menjawab segera, jawaban mutlak milik anak dan istri saya. Pertanyaannya kemudian adakah cara menjadi ayah yang baik untuk anak dan istri?

Seorang lelaki tentu saja memiliki keinginan besar untuk menjadi yang terbaik. Lelaki sudah terbiasa dengan berbagai persaingan dalam kehidupan. Tumbuh dan besar dalam berbagai perlombaan untuk unggul dan menonjol sebagai seorang pemenang.

Dalam kehidupan, dalam berbagai bidang, barang kali sebagai seorang lelaki saya selalu berani dan menjadi tangguh untuk bersaing menjadi yang terbaik. Tetapi bagaimana dengan menjadi yang terbaik untuk anak dan istri? Pertanyaan ini mengusik ingatan pada catatan sebelumnya: Ketakutan Menjadi Ayah Yang Tidak Hadir

Pertanyaan ini selain tiba-tiba saja muncul dalam benak saya di sore hari kota Jogja. Juga pernah ditanyakan oleh seorang teman;  apakah pernikahan menjadikan saya berubah, apakah menjadi seorang ayah menjadikan saya lebih baik, dan apakah saya adalah suami dan ayah yang baik?

Pertanyaan seorang teman dalam sebuah perjumpaan yang singkat itu, tentu saja tidak saya jawab. Pertanyaan yang tentu saja berlaku pula untuk dirinya hari ini, karena telah resmi menyandang gelar sebagai seorang ayah.

Menjawab pertanyaan apakah saya adalah ayah yang baik! Tidak bisa dalam sebuah kata-kata, tentu saja menjawab itu dalam perbuatan, dalam kehidupan sebagai seorang suami dan ayah sehari-hari. Dan tentu saja, saya tidak bisa menjawab apakah Iya atau Tidak. Semua kembali pada penilaian, dan bagaimana anggota keluarga saya; anak dan istri, merasakan kehadiran saya sebagai seorang ayah.

Namun sebagai pengingat bersama, izinkan saya untuk membagikan apa yang selama ini saya pelajari dan pelan-pelan saya coba praktikkan dalam kehidupan rumah tangga saja. Apa yang saya upayakan untuk menjawab pertanyaan apakah saya seorang ayah yang baik.

1. Memiliki Waktu Khusus Bersama Keluarga

Memiliki Waktu Khusus Bersama Keluarga

Waktu bersama keluarga menjadi poin penting cara menjadi ayah yang baik. Karena apa pun yang sedang kita kerjakan, apa pun yang kita upayakan, harta, uang, yang kita cari untuk anak dan istri, tanpa waktu yang cukup untuk mereka menjadi tidak bernilai apa-apa.

Banyak ayah yang kehabisan waktu untuk pekerjaan. Berbagai hal bisa menjadi faktor pemicu ini terjadi. Bahkan tidak sedikit yang sampai akhir pekan pun masih harus merelakan waktu mereka untuk kerja dan kerja.  Semua demi apa? Ya demi anak dan istri, namun waktu habis tanpa terasa.

Kita perlu bertanya lebih dalam, pada diri kita sebagai seorang lelaki, sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah, apakah kita sudah bijak dalam mengelola waktu? Apakah sudah yang terbaik waktu yang kita miliki kita pergunakan? Barang kali kita perlu untuk mengatur ulang waktu kita, agar semua mendapatkan waktu yang tepat.

Menghabiskan waktu bersama anak dan istri adalah cara seorang ayah menunjukkan peran dan perhatiannya secara langsung, dan secara tidak langsung menujukan kepada anaknya, apa yang penting baginya. Bahwa yang penting adalah kehadiran, bahwa yang penting adalah kebersamaan.

Saya ingat nasihat senior saya pada satu waktu: “Anak-anak tumbuh dengan cepat, dan kamu akan kehilangan banyak kesempatan, maka ciptakan kesempatan itu sekarang! Karena sekarang waktu yang tepat untuk terhubung dengan anak-anakmu.”

Menyeimbangkan waktu dengan keluarga menjadi penting! Paling tidak dalam satu minggu memiliki satu hari yang secara khusus dan penuh untuk anak dan istri. Ini menjadi hari di mana kita sebagai seorang lelaki benar-benar menjadi suami dan menjadi ayah.

Saya sendiri, meluangkan dua hari sebagai waktu khusus dalam satu minggu untuk anak dan istri saya. Saya coba untuk membuat berbagai acara yang menyenangkan untuk bersama-sama menghabiskan waktu dan menjalin kedekatan satu sama lain.

2. Memahami Dunia Anak dan Istri

Memahami Dunia Anak dan Istri

Sebagai seorang ayah, tentu kita perlu untuk benar-benar memahami dunia anak dan istri. Pertama dunia anak, sebagai orang tua kita memiliki harapan yang sangat besar kepada anak kita. Namun, kita harus paham bahwa harapan dan keinginan bisa jadi membuat anak kita merasa tertekan karena mereka harus melakukan hal yang tidak mereka sukai.

Menjadi seorang ayah yang baik, menurut saya harus mampu menempatkan diri berada pada posisi anak. Jika kita sebagai seorang anak, apakah kita suka dengan aturan dan perintah yang orang lain buat? Atau apakah kita suka dengan arahan dari orang lain dalam hal ini ayah kita? Jawabannya beragam. Namun untuk mendapatkan jawaban pasti, cobalah untuk memahami.

Dengarkan anak-anak kita, pahami apa yang menjadi keinginan mereka, jadilah bagian dari mereka, atau bahkan menjadi seperti mereka. Posisikan diri kita sebagai seorang anak-anak, namun tentu saja tetap ada pembatas yang menegaskan bahwa kita adalah seorang ayah yang patut anak-anak hormati dan dengarkan.

Cara menjadi ayah yang baik bagi anak adalah dengan menempatkan diri sebagai anak, dengarkan mereka, dan lakukan komunikasi yang baik. Ini juga akan menghindarkan kita menjadi orang tua yang otoriter dan tidak disukai oleh anak. Kita juga perlu memperlakukan anak seperti diri kita ketika kecil dulu.

Kemudian sebagai seorang suami kita juga patut melakukan hal yang sama kepada istri kita! Pahami dunia istri kita, apa yang sebenarnya mereka senangi, apa yang menjadi tujuan mereka di masa depan, dukung dan dengarkan apa yang mereka inginkan, beri masukan yang baik. Ini mungkin terdengar mudah, namun dalam praktiknya tidaklah mudah.

Saya sendiri masih berusaha membangun komunikasi yang ideal untuk anak dan istri saya. Tentu saja saya tidak ingin terlalu dominan dalam keluarga, saya tidak ingin menjadi pemimpin yang jarang mendengar, namun saya tahu untuk dapat mendengar dengan baik juga butuh berlatih setiap hari.

3. Menjadi Sahabat Bagi Istri dan Terlibat dalam Parenting Ayah

Menjadi Sahabat Bagi Istri dan Terlibat dalam Parenting Ayah

Saya tidak tahu bagaimana dalam rumah tangga pembaca. Tapi dalam rumah tangga saya, jujur peran istri bisa saya katakan 80% dari keseluruhan peran membangun keluarga sejak kami dikarunia anak pertama kami Nalaveda. Dalam 24 jam waktu, istri memiliki porsi terbesar, tidak hanya sekedar mengurus kebutuhan dapur, namun juga menjalankan peran mengasuh anak.

Perihal porsi ini saya kira penting untuk dikomunikasikan. Sebagai seorang suami kita perlu menjadi sahabat bagi istri. Membantu berbagai pekerjaan rumah tangga, saling membantu menyelesaikan pekerjaan bersama, tentu ini akan memberi lingkungan yang aman bagi anak-anak.

Sederhana saja, ketika anak melihat orang tua saling membantu, saling bekerja sama, saling menghormati dalam peran, maka mereka juga cenderung merasa nyaman dan merasa menjadi bagian dalam keluarga, bagian dari tim.

Lebih jauh, merawat dan mengasuh anak bukanlah hanya pekerjaan seorang ibu semata. Sebagai seorang ayah kita juga dituntut untuk dapat melakukan segala macam hal yang dibutuhkan anak sebagaimana yang dilakukan oleh seorang ibu. Itu mengapa parenting ayah menjadi penting.

Walau ketika kita bicara pengasuhan atau parenting akan sangat sulit mendapatkan referensi parenting bagi ayah. Namun bukan berati tidak ada. Saya menulis untuk blog menjadiayah.com ini juga sebagai upaya mencatat pengalaman parenting saya.

Menjalankan peran sebagai seorang suami dan ayah, dengan memahami istri sebagai seorang sahabat dan terlibat dalam parenting ayah, tentu akan menumbuhkan rasa cinta secara alami dan kedekatan antara Anda dengan anak dan istri. Selain itu, kedekatan yang terbaung juga dapat membuat semakin tinggi penghargaan Anda terhadap istri.

Penghargaan yang bisa kita berikan untuk istri misalnya adalah untuk memberi waktu luang bagi istri agar mereka dapat menikmati hari-hari khusus mereka. Untuk itu, kita bisa menggantikan peran pengasuhan anak selama satu hari penuh, atau dalam waktu tertentu, kemudian mengerjakan apa yang selama ini menjadi pekerjaan rumah istri.

Kesimpulan Menjadi Ayah Yang Baik

Menjalankan peran sebagai seorang suami dan ayah harus tetap dalam kontrol kewajaran. Tiga hal yang saya coba catat di atas hanya sebagai pengingat, sebagai gambaran apa yang telah saya praktikkan. Saya tidak bermaksud menggurui, saya masih belajar.

Saya paham, seperti halnya banyak lelaki yang mengalami perubahan ketika sudah menikah dan memiliki anak. Baik itu karena rasa sayang berlebih dan juga rasa antusias serta penasaran. Banyak dari pria yang kemudian menghabiskan sebanyak mungkin waktu dengan anak dan istri mereka, sampai kemudian melupakan kehidupan normal.

Walau ini akan baik karena akan banyak waktu untuk anak dan istri. Tetapi sebagai sebuah kehidupan yang harus kita jalani tentu ini akan memberikan dampak tidak baik. Maka, semua perlu seimbang, ada waktu untuk keluarga dan kemudian ada waktu untuk kehidupan kita sebagai seorang manusia, sebagai seorang pekerja dan berbagai fungsi lain yang kita jalani.

Cara paling penting untuk menjadi ayah yang baik bagi anak dan istri adalah dengan mampu menikmati setiap prosesnya. Jangan kita tertekan! Nikamtilah kehidupan kita sebagai seorang ayah, sebagai seorang suami. Jangan lupa untuk selalu mensyukuri dan menikmati setiap waktu yang kita miliki bersama anak dan istri.

Terima kasih telah membaca catatan saya kali ini mengenai tema parenting ayah; Cara Menjadi Ayah Yang Baik Untuk Anak Dan Istri. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran mengasuh anak.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai di sini, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Menebak Bakat Anak Sejak Dini
Menebak Bakat Anak Sejak Dini