Lelaki Butuh Dikuatkan Dalam Peran Parenting Ayah

Lelaki Butuh Dikuatkan Dalam Peran Parenting Ayah

Menjadiayah.com Minggu lalu saya mengikuti sebuah forum di DPRD Yogyakarta, membahas tema khusus peran perempuan dalam perekonomian. Dari judulnya saja tentu kita sudah dapat menebak bagaimana berjalannya forum.

Perempuan memiliki peranan penting dalam perekonomian. Baik dalam skala makro atau pun mikro. Angkatan kerja hari ini pun kita tahu didominasi oleh perempuan. Terlebih untuk kebutuhan tenaga kerja di pabrik-pabrik.

Kemudian mereka yang berkecimpung dalam ekonomi mikro, atau UMKM juga didominasi perempuan. Ini menjadi bukti bahwa perempuan bisa, dan perempuan memiliki peranan penting dalam menopang perekonomian. Baik dalam skala keluarga, daerah, pun juga nasional.

Menjadi menarik dalam forum adalah bagaimana cerita-cerita mengenai pergeseran peran lelaki. Misalnya, ketika seorang lelaki menjalankan peran pengasuhan. Ternyata bagi sebagian orang dalam forum, masih terasa asing.

Bagi saya tentu saja wajar, karena memang yang hadir rerata adalah angkat jauh, bisa jadi mereka adalah om-om, atau bahkan bapak-bapak saya. Tidak dapat saya mungkiri bahwa masih ada rasa ‘patriarki’ yang kental.

Maka, ketika melihat atau mendapatkan data perihal adanya ‘fenomena’ lelaki menjadi pengasuh dan mengerjakan urusan rumah. Kemudian istri bekerja, masih terasa aneh juga ‘tabu’.

Bukan Perkara Mudah

Seorang kepala keluarga yang harus kehilangan pekerjaan karena PHK, lalu harus menjalankan peran pengasuhan bukan perkara mudah. Butuh adaptasi, juga butuh dukungan dari pihak luar. Paling sederhana, dukungan dalam bentuk tidak ‘mencibir’.

Dari sini, saya kira penting bagi kita kaum lelaki, untuk saling menguatkan. Bahwa kondisi krisis hari ini misalnya, menjadikan banyak orang harus kena PHK.

Banyak tulang punggung, kepala keluarga, kaum lelaki, ayah, yang kemudian harus kehilangan pekerjaan. Lantas, yang masih bekerja adalah istri. Maka mulai terjadi pergantian peran.

Saya kira, ini hal yang baik. Bahkan tanpa harus adanya PHK pun sebenarnya pembagian peran urusan rumah sewajarnya dan sebaiknya memang dilakukan.

Dari berbagai percakapan yang berlangsung pada forum perihal peran parenting ayah yang belum sepenuhnya dapat ‘kita terima’. Menjadikan saya berpikir, bahwa memang tidak mudah peran parneting ayah bagi lelaki kebanyakan.

Tidak Semua Lelaki Berani Jujur

Ternyata, lelaki butuh dikuatkan! Nah, persoalannya berapa banyak lelaki yang mau ‘jujur’ perihal ini? Tentu jika bicara generasi hari ini, mereka para ayah milenial akan jauh lebih terbuka dalam peran pengasuhan.

Pandangan umum bahwa lelaki hanya bertanggung jawab secara finansial bagi keluarga, menjadikan banyak lelaki enggan beralih atau sulit beradaptasi untuk menjalankan peran parenting. Belum lagi, stigma yang akan mereka hadapi dari lingkungan.

Maka lagi-lagi, jika selama ini perihal peran-peran perempuan sudah banyak yang menyuarakan. Tentu dari teman-teman perempuan itu sendiri, perihal emansipasi. Maka, sudah menjadi wajar, jika lelaki pun menyuarakan keresahan-keresahan mereka.

Sesederhana, keresahan bahwa mereka ‘lelaki’ tidak keberatan untuk menjalankan peran pengasuhan. Bahwa menjadi ayah adalah bagaimana lelaki harus bisa menjalankan peran parenting ayah.

Catatan Ayah

Dunia berubah, generasi berganti. Saya kira hari ini bukan hal yang ‘tabu’ lagi ketika lelaki menjalankan peran pengasuhan anak. Jika kemudian masih ada yang menertawakan, memberi stigma yang kurang enak. Ya biarkan saja.

Bagaimana pun hidup adalah hidup kita. Terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Kehadiran seorang ayah bagi anak, itu kunci penting dalam parenting.

Pembagian peran, pembagian tugas, wajar adanya. Tidak ada soal ketika lelaki memasak, mencuci, bergantian mengerjakan tugas rumah. Ini rumah tangga bersama, yang dibangun bersama.

Sesama lelaki, dan khususnya istri harus paham bahwa lelaki butuh dikuatkan untuk bisa keluar dari stigma-stigma yang sudah berkembang selama ini. Bantu suamimu, bantu lelakimu menemukan dirinya dalam menjalankan peran parenting ayah yang nyaman dan percaya diri.

Terima kasih telah membaca catatan ayah kali ini mengenai ; Lelaki Butuh Dikuatkan Dalam Peran Parenting Ayah. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran mengasuh anak.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai di sini, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Karakter Positif Anak Untuk Masa Depan
5 Karakter Positif Anak Untuk Masa Depan