Mengetahui Bakat Anak Sejak Usia Dini

Mengetahui Bakat Anak Sejak Usia Dini

Sebagai seorang ayah, saya sering kali penasaran dengan apa yang menjadi minat dan bakat anak saya. Apakah ada salah satu bakat saya yang saya wariskan kepada anak saya? Bagaimana sih caranya mengetahui bakat anak sejak usia dini?

Setiap anak berbeda, mereka memiliki dunianya sendiri, memiliki minat dan bakat dalam bidangnya sendiri. Kemampuan dalam diri yang dimiliki anak, tentu perlu kita ketahui. Tidak lain, agar kita sebagai orang tua bisa membantu bagaimana proses tumbuh kembang anak dengan bakat alami yang mereka miliki.

Bakat anak memang menjadi salah satu fokus saya dan istri, namun kami paham betul bahwa yang menentukan bakat dan ketertarikan kembali pada anak. Maka, kami sebagai orang tua hanya berusaha untuk terus memberikan dukungan. Bahkan, ketika Nala masih usia dini seperti saat ini. Berikut yang saya catat apa yang saya lakukan untuk mengetahui dan mendukung bakat anak:

1. Memahami Kesenangan Anak

Memahami apa yang menjadi kesenangan anak

Untuk mengetahui bakat anak, saya perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang menjadi kesenangan dan menarik minat anak? Sebagai orang tua, semampu saya untuk mencatat apa yang menjadi kesenangan anak saya Nala. Tentu saja di usia yang baru menginjak tahun pertama, masih sangat sulit untuk memahami. Namun jika kita jeli, kita akan menemukan kode-kode tertentu yang bisa jadi adalah gambaran bakat anak kita.

Bukan kebetulan saya memiliki banyak koleksi buku, karena memang dulu pernah nyambi jualan buku. Di sudut rumah banyak saya meletakkan tempat untuk buku. Hal ini pada akhirnya menjadikan Nala tertarik dengan buku.

Ketertarikan Nala tentu saja tidak lepas dari kebiasaan di rumah. Kebiasaan saya dan istri yang menyempatkan waktu untuk membaca buku. Melalui ketertarikan pada buku, saya merasa ada ruang untuk melihat apa yang menjadi minat Nala kelak.

Namun tentu saja masih sangat dini untuk saya bisa memberikan bacaan yang ‘mendukung’ apa minat Nala. Kesukaan Nala dengan buku, bagi saya sudah poin penting. Maka tugas utamanya kini adalah menjaga agar Nala benar-benar menyukai buku dalam artian sebenar-benarnya.

Selian buku, misalnya Nala juga sangat tertarik dengan menari. Berbagai gerakan tarian sederhana sudah Nala kuasai, ketika mendengar kata “menari” maka Nala akan menari, atau ketika mendengar kata “balet” maka Nala akan menunjukkan gerakan balet sederhana.

Perihal menari ini saya memang dibuat terkagum-kagum. Karena Nala belum pernah saya perlihatkan gerakan tari, baik melalui video atau pun pertunjukan tari secara langsung. Mungkin karena Ibunya bisa menari, sehingga ada ‘warisan’ bakat yang sampai ke Nala.

2. Memberi Ruang Eksplorasi Anak

Memberi ruang eksplorasi pada anak

Memberi ruang eksplorasi kepada anak akan membantu kita mengetahui apa yang menjadi ketertarikan anak. Ketika anak memiliki kebebasan untuk bereksplorasi, mengaktualisasikan diri, maka akan lebih mudah mereka dalam menemukan bakat dalam dirinya.

Saya memegang teguh pendirian untuk tidak melakukan dikte kepada anak saya perihal apa yang mereka mau. Saya dan istri memberikan ruang Eksplorasi untuk dunia mereka sesuka mereka. Jika pun pada akhirnya untuk berbagai hal harus ada ‘dikte’ saya akan melakukan dengan menjalin komunikasi kepada anak terlebih dahulu.

Apa saja aktivitas yang Nala mau, sebisa saya untuk terus memberikan ruang. Membimbing tentu saja masih saya lakukan karena ini terkait usia Nala. Namun pada dasarnya saya tidak memberikan dikte atau membatasi Nala. Saya tidak mau Nala merasa terhalangi ketika ada batasan yang saya buat. Namun di sisi lain saya juga tidak mau Nala mersakan saya sebagai ayah yang tidak hadir.

Anak memiliki kemampuan tersembunyi. Berbagai cara akan orang tua lakukan untuk melihat seperti apa bakat anak yang tersembunyi. Namun, kita harus bisa melakukan ini tanpa harus memaksakan pada anak, karena anak pun tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi minat dan bakat mereka.

Maka, dengan kita mencatat secara baik apa yang selama ini menarik perhatian anak. Aktivitas yang selama ini mereka gemari, kita bisa membantu memberikan ruang yang dibutuhkan untuk anak menumbuhkan minat dan bakat mereka. Dan kita juga terbantu dalam mengetahui bakat anak.

3. Membantu Anak Memasuki Berbagai Bidang

Membantu anak untuk memahami berbagai bakat

Banyak sekali bidang keahlian dalam kehidupan ini, salah satunya bisa jadi adalah bidang yang terdapat bakat anak kita. Maka sebagai orang tua, penting bagi saya untuk bisa membantu anak memasuki berbagai bidang yang ada. Memperkenalkan kepada anak, bahwa apa yang mereka senangi bukan satu-satunya bidang yang ada dan patut untuk kita ketahui.

Pada proses ini, sebagai orang tua saya harus bisa memahami dengan teliti setiap perubahan atau reaksi dari ketertarikan anak ketika saya membawa mereka masuk dalam bidang bakat yang baru. Ketika mereka tidak nyaman, maka kita tahu bahwa mungkin ini tidak menyenangkan bagi anak, namun kembali lagi penting bagi kita untuk anak tahu bidang lain selain yang mereka sukai.

Bagaimana cara mudah dalam memperkenalkan berbagai bidang pada anak? Misalnya kita bisa mengajak anak untuk menjadi bagian dari tim perlombaan, baik perlombaan keluarga atau pun perlombaan umum. Atau kita bisa membawa serta anak dalam kegiatan yang kita ikuti, tidak perlu memaksakan anak untuk langsung turut serta, biarkan mereka tetap melihat apa yang kita kerjakan melalui kaca mata dunia mereka.

4. Komunikasi dan Lingkungan Pertemanan

mengetahui bakat anak melalui lingkungan pertemanan

Memperkenalkan hal baru kepada anak untuk tujuan apa pun saya berusaha untuk memulai dengan melakukan komunikasi dua arah. Komunikasi ini sebagai bentuk paling sederhana untuk saya mengetahui apa yang anak pikirkan atau rasakan dari hal baru yang saya perkenalkan.

Bisa jadi mereka terlihat suka dan bahagia dengan bidang baru yang kita perkenalkan, misalnya dengan kita ikut sertakan les menari, namun ternyata dalam hati mereka tidak menyukai dengan berbagai hal. Karenanya penting bagi kita untuk menjalin komunikasi dengan anak perihal apa yang menjadi minat dan bakat mereka.

Selain itu untuk mengetahui apa bakat anak saya, salah satunya saya bisa melihat dari lingkungan pertemanan anak. Saya berusaha untuk memberikan  waktu kepada anak agar mereka melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan teman sebaya. Tentunya menjadi perhatian penting salah satunya adalah perihal minat dan bakat yang mereka saling tunjukan.

Dalam lingkungan pertemanan anak-anak saling menunjukkan kemampuan yang mereka miliki. Anak-anak akan dengan mudah untuk saling bercerita tentang apa kegemaran mereka dan hal-hal apa saja yang mereka sukai. Dan bagi saya sendiri, kemampuan anak dalam menjalin pertemanan, dalam bersosialisasi dengan lingkungan adalah salah satu bakat anak, karena tidak semua orang mampu melakukannya.

5. Beri Arahan dan Kebebasan Memilih

jangan memaksakan bakat anak

Mengetahui apa bakat anak memang menjadi salah satu tugas penting bagi orang tua. Saya sendiri sedang berusaha untuk bisa mengetahui apa yang paling menjadi ketertarikan dan menonjol dari kemampuan anak saya. Tujuannya, ketika saya telah mengetahui saya bisa memberikan arahan kepada anak.

Namun dalam memberikan arahan tentu saja saya berpegang teguh pada poin satu sampai empat yang telah kita bahas sebelumnya. Saya tidak mau jika arahan yang saya lakukan bernada dikte kepada anak. Sehingga saya meracik sedemikian rupa cara memberikan arahan pada anak, intinya saya harus bisa hadir dan memberikan jawaban atau bantuan ketika anak membutuhkan.

Arahan dalam bentuk membersamai aktivitas atau ketertarikan anak saya harap bisa mempermudah terjalinya komunikasi dan juga menjadi berguna bagi anak dalam mereka menumbuhkembangkan bakat yang mereka miliki.

Walau saya akan dengan senang hati memberikan saran terkait keputusan anak perihal bakatnya kelak, namun saya akan mengembalikan semua kepada anak. Bagi saya, kebebasan memilih tetap milik anak. Apa yang menjadi minat dan bakat mereka tetap anak yang akan menentukan.

Terima kasih telah membaca catatan saya tentang Mengetahui Bakat Anak Sejak Usia Dini. Sekali lagi saya tidak menggurui, hanya berbagai apa yang sedang saya jalani. Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai dulu, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Ruangbelajar Solusi Belajar Online Anti Pusing
Ruangbelajar Solusi Belajar Online Anti Pusing