Menghitung Weton Jodoh Suami Istri Dalam Budaya Jawa

Menghitung Weton Jodoh Suami Istri Dalam Budaya Jawa

Menghitung Weton Jodoh? Apa masih perlu di era modern serba digital nseperti saat ini? Mungkin begitu tanggapan kebanyakan orang saat ini ketika mendengar proses perhitungan jodoh berdasarkan weton, atau hari lahir. Salah satunya yang masih kental adalah dalam tradisi atau budaya masyarakat Jawa.

Minggu lalu saya menghadiri acara pernikahan salah satu keluarga dari pihak istri. Pernikahan pada situasi kenormalan baru ini memang sedikit berbeda, utamanya jumlah tamu undangan.

Momen seperti ini bagi saya dan istri adalah momen untuk mengenal lebih jauh bagian dari keluarga besar. Salah satu yang menarik perhatian saya dalam percakapan dengan keluarga adalah perihal weton dan perjodohan.

Saya dan istri adalah salah satu pasangan dalam keluarga besar yang tidak memperhitungkan weton neptu untuk memastikan apakah weton kami jodoh atau tidak. Sehingga pembahasan weton ini membuat saya begitu antusias.

Dari obrolan bersama keluarga dalam sela-sela acara, saya sedikit banyak mendapatkan pemahaman baru perihal weton jodoh dalam budaya Jawa. Berikut adalah catatan saya:

Memahami Weton Sebagai Patokan Perhitungan Dalam Budaya Jawa

Seperti pada pernikahan keluarga besar dari pihak istri saya, ternyata weton jodoh walau dianggap sebagai cara tradisional namun masih lestari dan banyak digunakan sampai saat ini.

Dari beberapa cerita keluarga, tidak sedikit yang batas menikah karena dalam perhitungan weton tidak cocok. Atau bisa dipaksakan untuk menikah, namun ada halangan yang harus dihadapi.

Tidak hanya dalam urusan apakah sepasang kekasih cocok dalam pernikahan. Menghitung weton juga dimaksudkan untuk mencari hari baik ketika seseorang akan melaksanakan sebuah acara.

Ada juga masyarakat yang menggunakan perhitungan weton untuk memecahkan masalah rezeki, pekerjaan, karier, sampai keputusan mendirikan bangunan atau membeli kendaraan.

Perihal perhitungan weton ini, saya sendiri lebih memaknai sebagai bagian dari budaya seperti halnya panggilan sayang dalam bahasa Jawa. Sepengetahuan saya khususnya dalam masyarakat Jawa, model perhitungan ini memang berlandaskan pada ilmu titen, atau pengamatan.

Apakah perhitungan weton jodoh benar-benar terbukti dan bekerja? Tentu saja perihal jodoh kita percayakan sepenuhnya pada keputusan Tuhan. Sehingga tidak menjadi masalah bagi saya pribadi ketika melakukan perhitungan weton jodoh Jawa.

Cara Menghitung Weton Jodoh Dalam Budaya Jawa

Cara Menghitung Weton Jodoh Dalam Budaya Jawa

Bagaimana cara menghitung weton jodoh dalam budaya Jawa? Ada beberapa cara dalam melakukan perhitungan weton jodoh dalam budaya Jawa, mulai dari meminta bantuan orang ‘pintar’ yaitu tokoh masyarakat. Sampai melakukan perhitungan secara mandiri.

Kebanyakan dalam masyarakat, untuk melakukan perhitungan jodoh atau tidak berdasarkan perhitungan Jawa. Maka akan menyerahkan perhitungan kepada orang ‘pintar’ atau tokoh masyarakat yang memang memiliki kemampuan dalam melakukan perhitungan.

Dalam masyarakat pun sebenarnya cara menghitung jodoh weton ini sudah tersebar luas. Namun biasanya, orang akan lebih yakin ketika melakukan perhitungan secara langsung melalui perantara orang ‘pintar’.

Menghitung weton jodoh didasarkan pada perhitungan kalender Islam yang terdiri dari tujuh hari yaitu Minggu sampai Sabtu. Kemudian juga menggunakan hari pasaran Jawa yaitu; Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan Legi.

Masing-masing hari dalam kalender Islam dan pasaran Jawa memiliki nilai yang disebut dengan Neptu. Nah, neptu ini yang akan dijumlah dan akan memberikan tafsiran kecocokan dalam pernikahan atau jodoh tidaknya pasangan.

Tabel Penanggalan Islam, Jawa dan Neptu

PenanggalanNeptuPenanggalan JawaNeptu
Minggu5Pahing9
Senin4Pon7
Selasa3Wage4
Rabu7Kliwon8
Kamis8Legi5
Jumat6  
Sabtu9  

Belajar Menghitung Weton Neptu dalam Perjodohan Budaya Jawa:

Sebagai contoh:

Si A lahir di hari Senin Wage, maka neptu A: 8
Si B lahir di hari Minggu Legi, maka neptu B: 10
Jumlahkan Neptu Si A dan Si B, maka jumlah Neptu mereka: 18

Selanjutnya silakan melihat tafsir dari perhitungan neptu si A dan Si B adalah Pegat

Tafsir Perhitungan Weton Jodoh dan Maknanya

Arti Weton Jodoh Jawa

Tafsir perhitungan weton jodoh ini dalam masyarakat Jawa sebagai gambaran apakah seseorang berjodoh atau tidak. Selain itu, tafsiran dari hasil perhitungan neptu juga memberikan gambaran perjalanan dalam rumah tangga.

Tafsiran yang saya bagikan di bawah ini adalah tafsiran umum yang berkembang dalam masyarakat. Artinya, jika dalam perhitungan sesungguhnya akan lebih rinci lagi dalam membaca tafsiran dari hasil perhitungan neptu jodoh weton ini.

Berikut adalah makna tafsiran jodoh dari hasil penjumlahan neptu:

1. Pegat (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)

Jika jumlah neptu kamu dan pasangan adalah; 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36. Maka masuk dalam kategori Pegat. Tafsir dari Pegat ini menurut primbon Jawa mengindikasikan akan adanya kemungkinan rumah tangga kamu dan pasangan nantinya sering mendapatkan masalah dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Masalah kehidupan yang akan dialami menurut primbon Jawa seperti aspek ekonomi, keharmonisan rumah tangga, relasi, sampai yang paling serius adalah adanya perselingkuhan.

Dengan berbagai masalah yang ada, utamanya yang berkaitan dengan hubungan dengan pasangan, sampai pada kemungkinan terjadi perselingkuhan. Maka menurut tafsiran primbon Jawa, kondisi rumah tangga kamu dan pasangan tidak menutup kemungkinan akan mengalami perceraian.

2. Ratu (2, 11, 20, 29)

Jika hasil perhitungan weton jodoh kamu neptunya yaitu 2, , 11, 20, 29. Maka kamu kategori ratu. Kamu patut bersyukur jika masuk dalam kategori ini.

Tafsir dari kategori ratu dalam primbon Jawa adalah kamu dan pasangan merupakan jodoh sejati. Artinya kamu sudah menemukan orang atau pasangan yang tepat.

Dalam tafsir ratu ini kamu akan memiliki hubungan rumah tangga yang sangat harmonis, bahagia dan bahkan menjadi panutan dalam rumah tangga bagi orang lain.

3. Jodoh (3, 12, 21, 30)

Jika hasil perhitungan weton jodoh kamu dan pasangan jumlah neptunya adalah 3, 12, 21, 30. Maka kamu masuk dalam kategori jodoh.

Tafsiran jodoh dalam primbon Jawa adalah kamu dan pasangan sangat cocok dan berjodoh. Tidak hanya itu, kamu juga akan mudah dalam menjalani rumah tangga.

Lebih lanjut dalam primbon Jawa, orang yang memiliki jumlah neptu Jodoh akan memiliki rumah tangga yang selalu rukun setiap waktu. Tidak ada badai rumah tangga yang mengganggu perjalanan kamu dan pasangan.

4. Topo (4, 13, 22, 31)

Jika perhitungan weton jodoh kamu dan pasangan jumlah neptunya 4, 13, 22, 31. Maka kamu masuk dalam kategori topo. Untuk kamu yang masuk dalam kategori topo ini, kamu dan pasangan perlu untuk ekstra waspada dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Tafsir topo dalam primbon Jawa adalah kamu dan pasanganmu akan mendapatkan kesulitan pada awal pernikahan. Akan ada berbagai rintangan yang perlu kamu hadapi bersama pasangan.

Akan tetapi kamu tidak perlu khawatir, karena seiring berjalannya waktu kamu dan pasangan akan mampu mengatasi berbagai masalah yang ada. Sehingga kondisi rumah tangga kamu akan semakin membaik.

5. Tinari (5, 14, 23, 32)

Untuk kamu dan pasangan yang jumlah neptunya 5, 14, 23, 32. Kamu termasuk orang yang beruntung. Tafsiran tinari dalam primbon Jawa adalah keluarga atau rumah tangga yang akan mendapatkan kecukupan rezeki dalam kehidupan.

Kamu dan keluarga sangat beruntung jika masuk tafsiran tinari, karena kamu dan keluarga akan mudah dalam mencari rezeki. Dari rezeki ini kamu bisa melakukan berbagai kebaikan dalam kehidupan.

6. Padu (6, 15, 24, 33)

Jika jumlah neptu kamu dan pasangan adalah 6, 15, 24, 33. Maka kamu masuk dalam kategori padu. Kamu dan pasangan perlu untuk lebih berhati-hati.

Tafsiran padu dalam primbon weton Jawa adalah kamu dan pasangan akan memiliki kehidupan rumah tangga yang kurang menyenangkan.

Kamu dan pasangan akan sering terlibat ‘padu’ atau pertengkaran, bahkan bisa oleh sebab hal yang sepele sekalipun.

Namun walau kamu dan pasangan akan banyak mengalami pertengkaran dalam menjalani rumah tangga. Kabar baiknya, kamu dan pasangan akan tetap bersama, alias kalian tidak akan terpisah oleh perceraian.

7. Sujanan (7, 16, 25, 34)

Jika hasil perhitungan weton kamu dan pasangan memiliki jumlah neptu 7, 16, 25, 34. Kamu dan pasangan juga perlu untuk waspada.

Tafsiran sujana dalam primbon Jawa adalah keluarga atau rumah tangga yang akan mengalami ancaman pertengkaran besar.

Salah satu penyebab akan terjadinya badai pertengkaran besar ini adalah terjadinya perselingkuhan. Baik itu dari pihak laki-laki maupun perempuan.

8. Pesthi (8, 17, 26, 35)

Jika jumlah neptu kamu dan pasangan adalah 8, 17, 26, 35 kamu dan pasangan patut bersyukur karena kalian adalah pasangan yang beruntung.

Tafsiran Pesthi dalam primbon Jawa memberi arti yaitu pasangan rumah tangga yang akan rukun selalu. Menjadi pasangan dalam rumah tangga yang saling mengisi dan mendukung sepanjang waktu.

Jika pun akan ada badai rintangan, kamu dan pasangan tidak akan tercerai-berai, kalian akan kuat dan menghadapi masalah bersama. Itulah mengapa, rumah tangga kalian akan selalu rukun dan harmonis.

Catatan Ayah; saya membagikan ini semata sebagai tambahan pengetahuan dari apa yang saya telah catat. Perihal apakah ada yang sependapat atau tidak, saya tekankan kembali bahwa inilah yang menjadi salah satu perhitungan dalam budaya yang ada.

Perihal kebenaran dari hasil tafsiran yang ada semua kembali pada keyakinan masing-masing, bahwa segala sesuatu atas kehendak Tuhan. Jika ada terjadi koreksi perihal tafsir atau informasi yang saya berikan, silakan membagikan dalam kolom komentar.

Terima kasih telah membaca catatan saya tentang Menghitung Weton Jodoh Suami Istri Dalam Budaya Jawa. Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai dulu, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Ayah Mengasuh Anak Dalam Parenting Islami
Ayah Mengasuh Anak Dalam Parenting Islami