Menjadi Ayah Hebat Untuk Anak dan Istri

Menjadi Ayah Hebat Untuk Anak dan Istri

Setiap dari lelaki tentu saja menginginkan menjadi ayah hebat. Entah apa definisi ‘hebat’ yang ada dalam benak kamu, tapi tentu saja mempresentasikan sesuatu yang baik, sesuatu yang luar biasa. Karena memang menjadi ayah bukanlah hal yang biasa.

Apakah bisa menjadi ayah yang hebat? Ayah yang selalu bisa memberikan yang terbaik untuk istri dan anaknya? Pertanyaan ini tidak bisa kita jawab dalam teks, namun harus kita jawab dalam tindakan.

Menjadi ayah hebat adalah pilihan! Dan apakah kita bisa mewujudkannya? Tentu saja! Menjadi ayah memang memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari harus bisa menjadi ‘kepala rumah tangga’ yang harus bijak dalam mengambil keputusan untuk keluarga.

Belum lagi ketika berbicara anak, ketika sudah dikarunia momongan. Ayah akan mengalami kekhawatiran tentang cara mendidik anak dan cara menjadi ayah yang baik, ayah yang hebat untuk anak dan istri.

Saya tidak bermaksud menggurui bagaimana menjadi ayah hebat untuk anak dan istri. Tentu saja saya masih jauh, masih belajar untuk menjadi ayah yang hadir untuk anak dan istri. Sehingga apa yang saya bagikan ini, perlu untuk dimaknai sebagai bahan diskusi bersama. Sekedar mencatat apa yang saya pelajari dan sedang saya jalankan dalam kehidupan menjadi seorang ayah.

1. Menjadi Ayah Hebat Dari Keyakinan Diri

Menjadi Ayah Hebat Dari Diri Sendiri

Saya sepakat dengan banyak nasihat mengenai apa pun yang kita inginkan semua bermuara dari dalam diri kita sendiri. Begitu juga ketika kita ingin menjadi ayah yang hebat, tidak akan mungkin keinginan ini tercapai jika kita tidak memiliki keyakinan bahwa kita bisa melakukannya.

Setiap lelaki, setiap ayah, tentu saja mau menjadi ayah hebat untuk anak dan istri, namun apakah mau bergerak untuk benar-benar mewujudkannya? Belum tentu! Banyak hal yang bisa menjadikan aksi nyata untuk menjadi ayah hebat tidak kunjung kita kerjakan. Bisa jadi karena sebagai seorang ayah kita belum tahu bagaimana cara menjadi ayah yang hebat.

Menjadi ayah yang baik dimulai dari keyakinan diri. Saya meyakinkan pada diri saya sendiri bahwa saya harus bisa menjadi ayah yang baik, ayah yang hebat untuk istri dan anak saya. Sederhana saja, untuk urusan membedakan benar salah, baik buruk, hebat dan tidak hebat, kita semua sudah paham. Usia dan pengalaman kita sudah cukup dewasa untuk membedakan hal demikian.

Ketika kita sudah memiliki pembeda mana yang baik dan tidak baik, mana jalan menjadi ayah hebat mana yang bukan. Maka yakinkan pada diri sendiri untuk selalu memilih pilihan yang baik. Pilihan yang akan menuntun menjadi ayah yang hebat untuk istri dan anak. Memilih jalan ini, semua kembali pada diri kita sendiri, mau atau tidak.

2. Lakukan Parenting Ayah Bersama Istri

Menjalankan Parenting Ayah Untuk Anak

Mungkin di lingkungan tempat tinggal kamu masih ada anggapan bahwa mengasuh anak adalah tugas istri, sedangkan tugas suami adalah mencari nafkah. Pandangan ini tidak benar-benar keliru, tetapi tidak benar-benar harus kamu amini. Saya salah satu yang memilih cuek dengan pandangan umum, jangankan untuk urusan mengasuh anak, urusan rumah tangga lain, seperti cuci piring, menyapu, memasak, selama saya bisa kerjakan mengapa tidak.

Saya dan istri memang memiliki komitmen sejak sebelum menikah, bahwa pekerjaan rumah tangga akan dikerjakan bersama. Setiap hal yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab perlu menjadi pembicaraan yang kesepakatannya dari kedua belah pihak. Tidak terkecuali, dan paling penting adalah urusan parenting ayah.

Tidak mudah? Tentu saja tidak mudah karena pengalaman pertama. Menjalankan parenting ayah tidak sekedar hanya membantu menemani anak dan istri, tapi jauh lebih dari itu, dan semua membutuhkan waktu. Sehingga untuk menjadi ayah yang hebat kita harus bisa belajar parenting ayah bersama istri untuk mengurus anak.

Parenting ayah dapat dimulai dari hal-hal sederhana, sebagai contoh ayah mungkin masih kaku jika harus menyuapi anak, bisa memulai dengan ikut menemani istri saat menyuapi anak, memandikan, mengganti baju atau popok. Tentu pembagian peran ini bisa bervariasi, tinggal bagaimana kita mengkomunikasikan dengan istri. Satu-satunya yang tidak bisa dibagi misalnya adalah perihal pemberian asi, tapi ayah tetap bisa hadir di sisi istri dan merasakan bagaimana proses pemberian asi.

Pengalaman saya pribadi  yang penting untuk membangun hubungan emosional antara ayah, istri dan anak adalah ketika usia anak masih bayi, bagaimana harus bersedia bangun tengah malam karena bayi lapar. Nala di usianya yang satu tahun saat ini, masih sering bangun malam meminta susu. Tidak kebetulan Nala mengonsumsi susu formula, maka ada pembagian peran bangun membuatkan susu. Untuk bisa menjadi ayah yang hebat bagi anak memang sulit, namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan.

3. Mulailah Lebih Memahami Keinginan Istri dan Anak

Memahami Keinginan Istri dan Anak

Sebelumnya saya pernah menuliskan ketakutan saya menjadi ayah yang tidak hadir. Ketakutan yang hadir menjelang tidur. Perihal kehadiran seorang ayah untuk anak dan istri ini tidak terlepas dari bagaimana memahami keinginan mereka. Seorang ayah yang hebat harus mampu memahami apa yang diinginkan anak dan istrinya, terlebih dalam keluarga telah sepakat bahwa ayah sebagai kepala keluarga.

Sering kali menjadi ayah melupakan detail kecil dari keinginan istri dan anak. Semisal sederhana saja mereka ingin ada waktu khusus, makan malam bersama di luar setiap akhir pekan, atau hal-hal lain yang berkaitan dengan waktu, perhatian dan kasih saya.

Menjadi ayah yang hebat dalam memahami keinginan istri dan anak, bukan semata soal materi! Namun soal peran! Sering kali ayah terjebak pada pemenuhan materi semata. Menurut saya hal ini bisa menjadikan anak menganggap ayah hanya sebagai mesin uang mereka, dan kehadiran ayah hanya pada saat mereka membutuhkan uang saja. Tentu saya tidak mau menjadi ayah yang demikian.

Apa sebenarnya yang menjadi keinginan istri dan anak kita? Sebagai seorang ayah yang hebat kita harus tahu, dan untuk tahu kita harus mampu mengkomunikasikan ini kepada istri dan anak kita. Karenanya dalam rumah tangga komunikasi menjadi kunci penting keberlangsungan rumah tangga yang harmonis, dan tentu saja berkualitas.

Selain itu kemampuan ayah melakukan komunikasi kepada istri dan akan, akan membuat ayah sebagai tempat mereka bercerita tentang segala hal, meminta saran, atau juga menjadi tempat berlindung. Komunikasi yang baik, kedekatan ayah ini akan menghindarkan anak dari segala pengaruh buruk yang ada di lingkungan bermainnya. Setidaknya ayah bisa memberikan arahan jika anak telah melenceng dalam pergaulannya.

4. Menikmati Peran Menjadi Ayah Hebat

Nikmati Proses Menjadi Ayah Hebat Untuk Anak dan Istri

Jangan menjadikan keinginan menjadi ayah hebat sebuah beban! Tidak ada proses instan untuk menjadi seorang ayah yang hebat. Semua membutuhkan proses, dan jika kamu bertanya kepada saya berapa lama proses yang diperlukan untuk menjadi ayah yang hebat untuk istri dan anak-anaknya? Jawabannya adalah seumur hidup.

Menjadi ayah adalah upaya sepanjang hayat! Seumur hidup kita akan menjadi ayah untuk anak-anak kita, maka selama itulah kita akan terus berproses menjadi ayah hebat. Maka nikmati saja prosesnya, jangan menjadi beban. Ingat, menjadi ayah adalah anugerah, peran ini barang kali tidak semua orang bisa menjalani, tidak semua ‘berkesempatan’ menjalankan peran menjadi ayah.

Kembali lagi pada pertanyaan pertama, apakah bisa menjadi ayah yang hebat? Semua adalah pilihan kita, karena kita telah lengkap mengetahui jalan mana yang seharusnya kita ambil untuk mewujudkan keinginan menjadi ayah yang hebat. Ingat, terpenting dari semua adalah, bagaimana istri dan anak memandang kita sebagai seorang ayah.

Puncak dari ‘ayah yang hebat” itu diucapkan oleh istri dan anak, bukan oleh diri kita sendiri. Terima kasih telah membaca catatan saya tentang Menjadi Ayah Hebat Untuk Anak dan Istri. Sekali lagi saya tidak menggurui, hanya berbagai apa yang sedang saya jalani. Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai dulu, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Nala Menyelamatkan Ayah Potong Rambut
Nala Menyelamatkan Ayah Potong Rambut