Pengalaman Menggunakan Susu Formula Untuk Anak

Pengalaman Menggunakan Susu Formula Untuk Anak

Kita semua paham, bahwa ASI eksklusif menjadi asupan pertama saat bayi lahir ke dunia hingga berusia enam bulan. Kemudian, akan lebih baik lagi tetap mendapat asupan ASI sampai usia 2 tahun. Bagaimana ketika ASI tidak mencukupi? Jawabnya bisa donor ASI, atau menggunakan susu formula untuk anak.

Setiap orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anaknya. Terlebih seorang ibu, mereka akan melakukan apa saja demi anak-anaknya. Istri saya pun demikian, berjuang keras untuk memberikan ASI kepada Nala, walau kondisi berkata lain.

Saya dan istri telah merencanakan pemberian ASI sampai Nala berusia 2 tahu. Namun apa hendak dikata, memasuki bulan ke 6 ASI untuk Nala kian menurun secara kuantitas. Berbagai upaya telah kami lakukan.

Pada satu waktu saya paham, istri saya sudah terlalu bekerja keras untuk kebutuhan ASI Nala. Rasa khawatir akan kuantitas ASI yang menurun, pada akhirnya menjadikan kualitas ASI pun menurun. Kini saya yang muai benar-benar khawatir dengan kondisi istri saya.

Memberikan ASI untuk Nala adalah perjuangan yang luar bisa. Bagaimana perjuangan istri untuk tetap berupaya memberikan ASI sampai memasuki usia Nala 8 bulan akan saya ceritakan lain waktu. Singkatnya, kami akhirnya memutuskan untuk menggunakan susu formula untuk anak.

Dari ASI Ke Susu Formula Terbaik

Dari ASI Ke Susu Formula Terbaik

Bagaimana pun kandungan ASI dan susu formula jauh berbeda. Tidak dapat susu formula menggantikan ASI secara utuh. Itu yang kemudian menghantui pikiran istri saya, ketika saya mulai mengajukan permintaan agar mempersiapkan Nala transisi dari ASI ke susu formula. Saya menyampaikan ini jauh-jauh hari, sebelum kondisi produksi ASI istri saya menurun. Karena memang indikasi produksi ASI istri kurang sudah terlihat sejak bulan ke empat menyusui.

Istri tetap berkeinginan memberikan Asi eksklusif untuk Nala, tentu saja saya setuju dengan berapa catatan. Misalnya, harus memastikan bahwa ASI untuk Nala tercukupi, Nala tidak menangis atau lapar karena tidak mendapatkan ASI. Langkah yang saya persiapkan adalah mencari donor ASI Jogja untuk Nala, sedangkan menggunakan susu formula pada usia ini belum ada dalam pikiran saya. Alhamdulillah, istri diberi karunia untuk bisa menjalani ASI eksklusif kepada Nala.

Setelah itu ASI benar-benar menurun. Kami mulai mencari informasi perihal susu formula pendamping ASI. Konsultasi dengan dokter yang sejak awal membersamai kami sejak bulan pertama kehamilan sampai kemudian melahirkan, dan menjadi dokter anak bagi Nala. Tentu saya percayakan berbagai rekomendasi perihal susu formula kepada dokter yang memang memiliki rekam jejak tumbuh kembang Nala.

Dokter tidak pernah merekomendasikan susu formula untuk anak dengan menyebut merek, ini yang saya suka. Dokter lebih banyak mengajak kami berdiskusi, membahas apa saja kandungan yang Nala butuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan saat ini. Memahami setiap label kandungan atau informasi gizi yang ada di kemasan susu formula, menjadi hal penting yang harus dikuasai oleh orang tua.

Sebenarnya sebagai seorang ayah, saya sudah hampir terkecoh perihal menentukan kebutuhan susu formula terbaik untuk Nala. Saya sempat mengira jika susu formula anak terbaik ditentukan dari harganya. Ternyata tidak demikian, baik tidaknya susu formula untuk anak kita, adalah ketika kita memahami nutrisi apa yang sedang dibutuhkan oleh perkembangan dan pertumbuhan anak-anak kita.

Pengalaman Menggunakan Susu Formula Untuk Nala

Pengalaman Menggunakan Susu Formula Untuk Anak

Nala mulai menggunakan susu formula memasuki usia 7 bulan. Belum secara penuh, masih berdampingan dengan ASI. Ini kami lakukan karena memang produksi ASI sudah sangat minim, pada waktu tertentu ketika Nala ingin ASI kadang tidak keluar, bahkan perlu melakukan pumping ASI agar bisa mengalir, itu pun dalam jumlah yang sangat kecil.

Saya berusaha membesarkan hati istri. Saya beruntung karena istri sangat kooperatif, berbagai keputusan yang kami ambil memang benar-benar atas kesadaran bersama, sehingga tidak menimbulkan rasa kurang nyaman kemudian hari.

Kami mempersiapkan peralihan penggunaan susu formula, sampai benar-benar ASI tidak bisa lagi berproduksi. Persoalan yang kami hadapi selanjutnya adalah perihal cocok tidaknya Nala dengan susu formula. Kami terus berkonsultasi dengan dokter; Berikut yang kami lakukan dalam menentukan susu formula Nala atas saran dokter;

  1. Beli Kemasan Kecil; Kami membeli beberapa merek susu formula dengan kemasan paling kecil, tujuannya agar ketika tidak cocok dapat segera beralih dan tentu agar lebih hemat. Ini penting bagi orang tua ketika mulai mencari susu formula yang cocok untuk anak, tidak perlu membeli dalam kemasan besar terlebih dahulu.
  2. Lihat Reaksi dan Alergi Anak; Kita harus memahami perubahan yang terjadi pada anak setelah meminum susu formula, perubahan dalam waktu dekat misalnya 5 menit, kemudian 15 menit, 30 menit, 1 jam, sampai pada perubahan satu hari. Apakah ada perubahan yang menunjukkan alergi misalnya? Atau semua normal.
  3. Lihat Perubahan Feses; Salah satu cara dalam melihat apakah susu formula yang kita pilih cocok dengan anak, yaitu melalui proses pencernaan. Kita bisa melihat bagaimana perubahan pada feses anak kita, mulai dari bau, warna, sampai bentuk.
  4. Laporkan Ke Dokter; Laporkan perkembangan pemberian susu formula ke dokter anak kita, bisa melalui pesan Whatsapp, dengan menyertakan video dan foto yang diperlukan untuk menganalisa. Jika memungkinkan, lebih baik bertemu langsung dengan dokter dan membicarakan perkembangan penggunaan susu formula anak kita.

Peralihan Menggunakan Susu Formula Anak Itu Butuh Proses

Peralihan Menggunakan Susu Formula Anak Itu Butuh Proses

Beruntunglah orang tua yang bisa memberikan anak-anaknya ASI sampai bisa merasakan menyapih anak untuk berhenti menyusu. Juga beruntunglah orang tua yang paham untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, dengan sekuat yang mereka bisa lakukan. Karena memberi ASI atau memberi susu formula semua ada proses dan perjuangannya sendiri-sendiri.

Sudah empat bulan Nala menggunakan susu formula, satu bulan pertama adalah proses peralihan dari ASI, dan tiga bulan selanjutnya benar-benar tanpa ASI. Ini cukup berat sebenarnya, karena pengalaman pertama. Kemudian juga karena Nala sudah mulai MPASI,  sehingga kami harus bisa mengira dan melihat setiap perubahan atau alergi yang terjadi. Apakah karena susu formula atau karena MPASI? Perihal MPASI kapan-kapan ayah ceritakan.

Memasuki bulan pertama Nala peralihan, semua berjalan baik, tidak ada perubahan yang menunjukkan gejala alergi atau tidak cocok dengan susu formula. Kemudian memasuki bulan kedua, masalah pencernaan terjadi, feses Nala berubah, dan itu membutuhkan penanganan dokter. Beruntung komunikasi kami degan dokter sangat baik, sehingga bisa segera mengambil langkah pemulihan.

Kami mulai menyeleksi kembali merek susu formula, menghitung kembali kebutuhan nutrisi untuk Nala. Pemberian susu formula dengan merek dan kandungan berbeda kami lakukan atas petunjuk dokter. Ini karena menurut dokter, yang menyebabkan terjadinya masalah pencernaan adalah adanya kandungan yang belum ‘tidak cocok’ dengan pencernaan Nala.

Memasuki bulan ketiga, perubahan terjadi lagi, kali ini Nala diare. Waktu itu kami sedang berada di Wonosobo. Kami hanya bisa berkomunikasi dengan dokter melalui whatsapp, atas saran dokter kami mencari dokter anak terdekat. Pemeriksaan awal, kemungkinan Nala terlalu banyak gula yang mana berasal dari susu formula, maka perlu mengganti dengan susu formula rendah gula. Saran ini saya tampung.

Ketika saya kembali ke Jogja, memeriksakan Nala ke dokter kami.  Analisis awal Nala berlebih gula menjadi penyebab diare kurang tepat. Ternyata diare Nala penyebabnya udara dingin, perut Nala kembung. Begitu hasil dari pemeriksaan menyeluruh, termasuk feses Nala.

Memperhatikan waktu pembuatan dan kebersihan peralatan

Memperhatikan waktu pembuatan dan kebersihan peralatan susu formula

Saat ini susu formula Nala sudah cukup stabil, artinya sampai ketika ayah menulis ini tidak terjadi indikasi alergi atau tidak cocok terhadap kandungan susu formula yang kami berikan. Walau dalam beberapa kasus, ketika terjadi masalah pencernaan seperti diare atau sulit BAB, kami tetap menaruh perhatian kepada susu formula, jangan sampai menjadi penyebab.

Karena Nala sudah MPASI sebenarnya berbagai perubahan pencernaan dan alergi muncul dari proses MPASI ini. Maka, kami pun membuat berbagai daftar menu MPASI yang mana untuk melakukan review dan melihat setiap perubahan, karena MPASI selain harus menyesuaikan usia dan kebutuhan, juga harus melihat apa dampak langsung pada tubuh anak. Terutama menimbulkan alergi, masalah pencernaan atau tidak.

Berikan Susu Formula Segera dan Jangan Menyimpan Terlalu Lama;

Susu formula yang baik adalah susu formula yang baru saja kita buat. Nala juga sama dengan anak pada umumnya, kadang tidak mau minum susu, padahal sebelumnya minta atau menunjukkan ingin minum susu. Maka, susu kemudian didiamkan, tidak segera diminum, kita hanya menunggu sampai susu dingin dan tidak lebih dari dua jam.

Menjadi penting bagi orang tua untuk bisa menghadirkan susu formula yang baru, tidak boleh disimpan lebih dari dua jam dan harus dalam keadaan tertutup. Saya dan istri, mengamati Nala itu tidak suka susu yang sudah lebih dari 1 jam. Dan itu kami amati berulang. Maka kami memutuskan untuk membuatkan dalam ukuran kecil, sehingga jika tidak mau, ya sudah mau bagaimana lagi kita buang tidak harus menunggu 1 jam apa lagi 2 jam, karena Nala menunjukkan penolakan, maka mau tidak mau ya membuatkan yang baru.

Saya pernah mendapati seorang teman yang tetap menyimpan susu formula di dalam kulkas karena tidak jadi diminum oleh anaknya. Teman saya ini bersikukuh bahwa dalam suhu kulkas boleh tersimpan asal jangan lebih dari 24 jam. Memang beberapa referensi mengatakan demikian, dengan berbagai sarat dan kondisi seperti susu tidak boleh dalam wadah yang sama dengan tempat sayur, buah, dan makanan lainnya. Namun, menurut saya terlalu berisiko.

Kebersihan Peralatan Untuk Anak Menyusu Susu Formula

Ketika memutuskan untuk memberikan susu formula, maka kita memerlukan botol dot untuk menyusu, ini selain penting mencari yang sesuai dengan usia, dan tahapan dalam menyusu menggunakan dot. Cara yang saya rekomendasikan adalah; cari yang menyerupai bentuk puting ibu, sehingga terasa seperti menyusu pada ibu, cari yang tidak menyebabkan tersedak, dan berbagai pertimbangan lain.

Selain itu bahan dari peralatan yang akan kita gunakan juga penting. Kita harus paham dari bahan apa, bagaimana cara merawat, bagaimana cara menggunakan. Misalnya, ada bahan yang harus dibersihkan menggunakan carian khusus, atau harus direbus dulu sebelum bisa digunakan, ada juga yang bisa langsung digunakan. Penting bagi kita paham penggunaan bahan dari peralatan bayi untuk anak-anak kita. Kemudian barulah kita membicarakan kebersihan.

Khusus dalam pembahasan ini untuk kebersihan dot menyusui, saya sarankan agar mencuci segera setelah selesai digunakan. Dalam kasus menyusui Nala misalnya, sering kali tidak langsung mau menyusu, padahal sebelumnya meminta. Saya mesti merayu, agar tidak keburu dingin baru kemudian mau, tetapi tidak habis. Apa lagi kalau sudah dingin, otomatis Nala tidak mau sama sekali. Nah kalau sudah dingin, otomatis langsung segera mencuci botol dot Nala.

Saya menggunakan 3 botol dot, dan satu botol hisap. Dengan 3 botol dot saya bisa memastikan peralatan yang digunakan selalu bersih dan kering. Ini penting, karena mengeringkan dot juga butuh waktu, dan kita tentu tidak ingin ada terjadi sesuatu karena air kran yang masih tersisa dalam celah karet dot misalnya. Maka saya dan istri memilih mencuci segera dan mengeringkan, sehingga dot selalu siap.

Kemudian saya dan istri akan merendam dengan air hangat untuk peralatan menyusu Nala setiap satu minggunya. Dulu awal-awal malah merebus kembali setiap 2 bulan, akan tetapi ada saran yang tidak boleh menggunakan air mendidih untuk membersihkan peralatan (terlalu sering, cukup pada pencucian pertama sebelum digunakan saja) karena bisa menyebabkan kerusakan atau berubahnya bahan baku dari botol dot.

Catatan Menjadi Ayah

Catatan Menjadi Ayah pengalaman pertama memberikan susu formula untuk anak

Setiap orang tuan menginginkan yang terbaik untuk buah hati mereka! Perihal memberikan kebutuhan gizi dalam masa pertumbuhan awal, tentu saja ASI yang terbaik, tidak dapat tergantikan oleh susu formula apa pun, bahkan tertulis jelas dalam setiap kemasan susu formula. Namun tidak semua orang tua beruntung, ada berbagai faktor yang harus kita mengerti.

Sebagai suami, menjaga hati seorang istri yang harus merelakan anak pertamanya menggunakan susu formula adalah pekerjaan  yang tidak mudah. Kehati-hatian dalam mendampingi istri, jika bisa sedikit mungkin kita bicara, biarkan istri yang banyak menyampaikan isis hatinya kepada kita. Bagaimana pun, tentu saja istri ingin menyusui anaknya secara cukup dan berlebih, sampai bisa menyapih bahkan.

Maka  ketika kita sebagai suami akan memberikan masukan perihal ASI, jika ternyata ada masalah pada produksi ASI, harus benar-benar hati-hati. Jangan pernah berkomentar kurang menyenangkan perihal ASI, tidak hanya kepada ibu dari anak-anak kita, namun kepada ibu mana pun. Karena memberikan ASI, produksi ASI adalah perjuangan luar biasa dari kelanjutan perjuangan 9 bulan setelah mengandung.

Dan, bagi orang tua yang sama seperti saya harus menggunakan susu formula untuk anak-anaknya, jangan berkecil hati. Kita telah berusaha yang terbaik untuk tumbuh kembang anak kita, mereka pun mengetahui betapa perjuangan kita. Jika ada saja komentar negatif di luar sana, anggap saja sebuah nasihat, sebuah bahasa panggilan sayang. Sebab hanya kita yang berada dalam keluarga kecil kita yang benar-benar bisa mengetahui kondisi kita.

Terima kasih telah membaca catatan saya tentang Pengalaman Pertama Menggunakan Susu Formula Untuk Anak. Jika sahabat sekalian memiliki pengalaman yang sama, mari berbagi untuk ayah dan ibu yang lain. Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai dulu, terima kasih sudah membaca. Salam.

Ayah Nala – menjadiayah.com Yogyakarta, 27 Oktober 2020.

More Stories
Menjadi Ayah Hebat Untuk Anak dan Istri
Menjadi Ayah Hebat Untuk Anak dan Istri