Peran Ayah Untuk Anak Perempuan Dalam Islam

Peran Ayah Untuk Anak Perempuan Dalam Islam

Menjadiayah.com Ayah memiliki peran khusus dalam pengasuhan anak perempuan. Saya belajar banyak perihal ini, tentu saja karena saya dikarunia anak perempuan. Selain itu karena memang menurut saya sangat penting bagi seorang lelaki untuk memahami bagaimana pengasuhan anak.

Ayah memiliki peran ayah penting bagi anak-anak mereka. Baik anak laki-laki atau pun anak perempuan salah satu poin penting yang akan mereka lihat dari sosok ayah adalah contoh. Karenanya dalam parenting ayah adalah menjadi panutan, menjadi sahabat, menjadi pelindung, bisa jadi tegas dan lembut dalam waktu bersamaan.

Sosok ayah memang sering kali menjadi kebaikan dari ibu. Namun pada hakikatnya ayah dan ibu memiliki peran penting masing-masing dalam tumbuh kembang anak. Memang pembagian peran dalam pengasuhan anak ini sangat penting, agar anak memahami secara utuh. Ini akan membantu tercapainya tujuan parenting dalam keluarga.

Saya seorang muslim, yang mana saya tumbuh dan besar dari ajaran umumnya seorang muslim. Bagaimana saya melihat ayah saya, bagaimana beliau menjalankan peran menjadi ayah yang didasari pada keyakinan dan jati diri beliau. Memang tidak selalu sempurna. Namun bagi saya, memiliki dampak luar biasa besar di kehidupan saya di masa mendatang.

Hubungan saya dengan ayah saya sangat erat, utamanya dalam hal emosi. Saya bisa merasakan banyak hal mengenai ayah saya. Begitu juga beliau kepada saya. Ini terus tumbuh, sampai saat ini. Kami bisa saling mengerti tanpa saling mengucap. Saya banyak memahami diam ayah saya dulu, dengan arti-arti hari ini.

Syaikh Abdul Mun’im Ibrahim dalam kitabnya Tarbiyatul Banaat fil Islam mengatakan, salah satu cara orang tua memenuhi kebutuhan emosional anak perempuan adalah seperti yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Yaitu memberikan keyakinan kepada anak perempuan bahwa dirinya adalah bagian dari sang ayah.

Seperti apa peran ayah untuk anak perempuan dalam Islam? Tentu apa yang akan saya tuliskan bukan untuk menggurui. Ini adalah upaya berbagi. Apa yang saya tuliskan adalah apa yang saya pahami, saya dengar, saya baca dari berbagai sumber. Jika terjadi kekeliruan, mohon kiranya untuk sahabat pembaca koreksi.

1. Rasul Memberi Contoh Langsung

Membicarakan peran ayah dalam Islam, maka tidak lepas dari ajaran dan tuntunan Rasulullah. Rasul memberi contoh langsung bagaimana menjalankan peran ayah untuk anak perempuan dalam Islam:

Dari Miswar bin Makhramah berkata: “Pernah Ali bin Abi Thalib berniat meminang putri Abu Jahal, lalu Fatimah mendengar kabar tersebut. Lalu dia datang kepada sang ayah untuk melaporkan hal tersebut: “Orang-orang mengira bahwa Engkau tidak akan marah demi putri-putrimu dikarenakan Ali ingin menikahi putri Abu Jahal.”

Mendengar pengaduan dari putrinya tersebut, beliau lalu berdiri, lalu bersabda: “Amma Ba’du, Aku telah menikahkan Abul Ash bin Rabi’, dia mengatakan sesuatu kepadaku dan dia memenuhi apa yang dia katakan kepadaku. Sesungguhnya Fatimah adalah bagian dariku, dan aku tidak suka seseorang menyakitinya. Demi Allah, tidak akan berkumpul Putri Rasulullah dengan putri musuh Allah di bawah naungan satu laki-laki.” Lalu Ali bin Abi Thalib membatalkan pinangan tersebut. (HR. Al-Bukhari no. 3729 dan Muslim 2449)

Dalam riwayat lain, Aisyah RA menceritakan: “Aku tidak melihat seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah dalam hal cara bicara dari pada Fatimah. Dahulu, ketika menemui Rasulullah maka beliau langsung berdiri dan menyambutnya, menciumnya dan mendudukkannya di tempat duduk beliau. Begitu juga ketika Rasulullah mendatangi Fatimah, dia langsung berdiri menyambut beliau dan memegang tangan beliau lalu dia mendudukkannya di tempat duduknya. Ketika Rasulullah sedang sakit keras, Fatimah mendatangi beliau, lalu beliau menyambutnya dan menciumnya.” (HR. Al-Bukhari

Jika kita baca pelan-pelan hadis tersebut, kita pelajari dengan seksama, dapat kita ambil satu pelajaran. Bahwa yang terpenting yang harus kita perhatikan sebagai seorang ayah terhadap putrinya adalah memenuhi kebutuhan emosionalnya. Yaitu dengan cara mencurahkan kasih sayang dan perhatian, agar anak perempuan kita tidak merasa kurang kasih sayang.

Jangan sampai mereka merasa bahwa tidak terpenuhi kasih sayang ayah. Karena kasih sayang adalah unsur utama dalam mendidik anak. Terlebih anak perempuan, karena sensitivitas dan sentimental memang melekat pada anak perempuan.

2. Ayah Memiliki Tempat Tersendiri di Hati Anak Perempuan

Pernah kita mendengar bahwa jatuh cinta anak perempuan pertama kali adalah kepada ayah mereka. Dari sini, kita bisa memahami bahwa ayah memang memiliki tempat khusus bagi anak perempuan.

Nah, dalam Islam hal ini pun sangat benar adanya, kita bisa membaca kembali banyak cerita dunia Islam perihal kedekatan ayah dan anak perempuan yang begitu spesial. Cerita-cerita ini akan menjelaskan bagaimana peran ayah untuk anak perempuan dalam Islam.

Oleh sebab itu, menjadi penting bagaimana kita dalam menjalankan peran seorang ayah, untuk bisa menjalin kedekatan dengan anak perempuan. Ketika hubungan sudah terjalin dengan baik, sudah ada kedekatan, maka dengan senang hati anak-anak kita untuk taat dan juga sekaligus menjadikan ayah sebagai panutan.

Di dalam sebuah hadis Aisyah yang menceritakan bahwa tidak ada seseorang yang lebih mirip dengan Rasulullah di dalam cara berbicara dari pada Fatimah. Hasil lain dari cara Nabi mengasuh dan mendidik Fatimah adalah terpengaruhnya Fatimah oleh ayahnya, sehingga sang ayah menjadi panutan satu-satunya bagi Fatimah.

Dari cerita Aisyah tersebut, bisa kita ambil hikmah bahwa bukan karena ayahnya Fatimah adalah utusan Allah yang harus dijadikan panutan, sehingga Fatimah begitu mirip dengan tuntunan Rosul. Namun, juga disebabkan karena Rosul adalah sosok ayah yang sangat menyayangi dan memperhatikan anaknya, serta memenuhi kehidupannya dengan cinta dan kasih sayang.

Dari sini kita belajar bahwa ayah memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk corak dan warna anak dalam tumbuh kembang mereka. Anak perempuan yang terbiasa dekat dan akrab dengan ayahnya, tentu saja akan mudah diarahkan ayahnya.

Selain itu juga akan memiliki rasa percaya diri dan kepribadian positif. Anak dapat tumbuh menjadi pribadi mandiri dan bertanggung jawab. Maka sangat penting bagaimana peran ayah untuk anak perempuan dalam Islam salah satunya dengan memastikan ayah memiliki tempat khusus dan spesial pada diri anak perempuannya.

3. Mengajarkan Anak Perempuan untuk Menyadari Harga Dirinya dan Percaya Diri

Selanjutnya ayah berperan dalam membantu anak perempuannya agar bisa tampil percaya diri dan menyadari. Menjadi ayah adalah upaya memberikan keyakinan penuh pada anak-anaknya bahwa mereka berharga, bahwa mereka bisa, bahwa betapa pentingnya harga diri mereka. Karakter positif pada anak yang harus ditumbuhkan sejak dini.

Dalam Islam hal ini pun menjadi catatan penting, bagaimana Islam mengajarkan seorang ayah atau orang tua untuk bisa memberikan pendidikan karakter kepada anak-anak mereka. Maka, seorang ayah dapat membantu memelihara harga diri putrinya dan membentuk persepsi tentang kecantikan dari dalam diri sang anak. Dengan ini, maka kehadiran ayah pun dapat memengaruhi kecerdasan emosional, harga diri, dan kepercayaan diri anak.

Rasulullah SAW pun pernah berkata:

مَنْ كَانَ لَهُ ثَلَاثُ بَنَاتٍ أَوْ ثَلَاثُ أَخَوَاتٍ أَوْ ابْنَتَانِ أَوْ أُخْتَانِ فَأَحْسَنَ صُحْبَتَهُنَّ وَاتَّقَى اللهَ فِيْهِنَّ دَخَلَ الْجنَّةَ

Artinya: “Barangsiapa mempunyai tiga orang anak perempuan atau tiga saudara perempuan, dua orang anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia memperlakukan mereka dengan baik dan bertakwa kepada Allah dalam mengasuh mereka maka baginya surga.” (HR. At-Tirmizi, Kitabul Birri Washshilah no. 1839, Abu Daud, Kitabul Adab no. 4481, dan Ibnu Majah, Kitabul Adab no. 3659, dishahihkan al- Albani dalam Shahih At–Targhib no. 1973)

Peran parenting secara tegas bukan hanya tugas perempuan. Dari sini kita bisa melihat bagaimana seharusnya lelaki mengambil peran pengasuhan. Kita bisa belajar banyak perihal peran ayah untuk anak perempuan dalam Islam, yang tidak lain adalah pedoman parenting ayah bagi kita umat muslim.

Catatan Ayah: Peran Ayah Untuk Anak Perempuan Dalam Islam

Tentu ada banyak peran ayah untuk anak perempuan dalam Islam, yang telah kita bahas bersama adalah bagian kecil dari referensi yang kita miliki. Tugas kita dalam menjalankan parenting ayah, sebagai seorang muslim salah satunya adalah bagaimana mencari lebih banyak sumber referensi ini.

Al Quran dan Hadis, tentu saja adalah referensi utama, dari Rosul kita bisa belajar bagaimana beliau menjalankan peran pengasuhan anak perempuan. Bagi kita yang dikaruniai anak perempuan, kiranya patut bersyukur karena bisa secara langsung mencontoh seperti apa kedekatan Rosul dan putri beliau Fatimah.

Nah, bagaimana sahabat pembaca sekalian dalam menjalankan peran parenting ayah? Tentu apa yang saya catat kali ini masih sangat sedikit. Mari bersama saling melengkapi dan berbagai, melalui kolom komentar.

Terima kasih telah membaca tips parenting ayah kali ini mengenai; Peran Ayah Untuk Anak Perempuan Dalam Islam. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran parenting ayah.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai di sini, terima kasih sudah membaca. Salam

More Stories
birthday, happy birthday, cake
Selamat Ulang Tahun Nalaveda