Peran Penting Parenting Bagi Ayah Parenting Ayah

Peran Penting Parenting Bagi Ayah – Parenting Ayah

Menjadi ayah, harus berani mengambil peran dalam parenting ayah. Karena, ayah memiliki peranan yang sangat besar dalam tumbuh kembang seorang anak. Apa yang menjadi perilaku ayah, dapat mempengaruhi karakter anak nantinya.

Memang sangat menantang menjalankan peran parenting ayah. Hal ini, tidak terlepas dari pandangan umum bahwa tugas mengasuh adalah tugas wanita atau ibu. Sehingga, lelaki sering kali tidak memiliki bekal dan gambaran bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar.

Nah, saya ingin berbagi  pengalaman bagaimana saya belajar menjalankan parenting ayah setelah saya menjadi ayah. Tips ini, mungkin saja bisa menjadi referensi bagi sahabat pembaca sekalian. Berikut adalah apa yang saya catat dalam peran mengasuh anak saya Nalaveda.

1. Memahami Bahwa Ayah adalah Kepala Keluarga dan Pelindung Bagi Anggota Keluarga

Memahami Bahwa Ayah adalah Kepala Keluarga dan Pelindung Bagi Anggota Keluarga

Menjadi ayah adalah menjadi pelindung bagi keluarga. Bagaimana pun, sosok ayah adalah sosok pelindung, baik bagi istri, atau pun anak.

Maka, menjalankan peran ayah untuk bisa melindungi keluarga menjadi wajib hukumnya. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara yang sederhana, misalnya dengan menggandeng tangan anak saat berjalan di taman atau di mal dan tempat umum lainnya.

Sama seperti ketika istri merasa nyaman dan aman ketika suami ada di sampingnya atau bahkan menggandeng tangannya saat berjalan. Begitu juga yang akan dirasakan  oleh anak. Mereka merasa terlindungi ketika ada ayah yang menggandeng atau berada di sisi mereka.

Dalam cakupan lebih besar,  menjadi ayah adalah upaya memberi perlindungan semaksimal mungkin. Misalnya, ayah bisa  mengajarkan bagaimana cara melindungi diri sendiri bagi anak, agar mereka selalu merasa aman.

2. Meluangkan Waktu Untuk Anak dan Istri

Meluangkan Waktu Untuk Anak dan Istri

Barang kali salah satu yang masih sulit untuk dilakukan oleh sebagian besar ayah adalah perihal meluangkan waktu. Hal ini karena aktivitas dan kesibukan ayah.

Memang, mencari penghidupan ekonomi adalah tugas seorang ayah. Hal ini tidak lain agar anggota keluarga dapat hidup nyaman dan tercukupi.

Namun, sebagai seorang ayah kita patut untuk melihat lebih  dalam. Apa yang sebenarnya anggota keluarga butuhkan? Bisa jadi yang mereka paling butuhkan adalah kehadiran sosok ayah.

Saya pernah menuliskan perihal bagaimana meluangkan waktu bagi anak dan istri. Tulisan yang juga menjadi keresahan dan ketakutan saya jika kemudian saya menjadi ayah yang tidak hadir bagi anak-anak saya.

Meluangkan waktu tidak harus lama, minimal setiap hari ada waktu khusus untuk anak dan istri. Misalnya saat pagi hari sebelum beraktivitas atau berangkat kerja, kemudian malam hari ketika akan beranjak istirahat.

Saya sendiri tergolong memiliki banyak waktu luang untuk anggota keluarga. Jam pekerjaan atau aktivitas saya mulai jam 9 pagi, setidaknya mulai jam 6 sampai jam 9 saya gunakan untuk Nala anak saya. Begitu juga ketika malam, ketika saya bisa sampai rumah lebih cepat, masih ada waktu untuk bersama Nala sebelum tidur.

Beruntung lagi, saya memiliki hari libur aktivitas pada Sabtu dan minggu yang mana 100% saya gunakan untuk keluarga saya. Ini terbukti menimbulkan perasaan saling memiliki yang lebih dalam antara saya, istri dan anak.

3. Ayah Juga Perlu Menjadi Tegas Namun Sayang

Ayah Juga Perlu Menjadi Tegas Namun Sayang

Menjadi ayah, adalah menjadi sosok yang tegas dalam berbagai kondisi dan situasi. Ayah, harus bisa menjadi contoh bagaimana dalam bersikap yang tidak mudah goyah.

Memang  tidak mudah ketika mengambil keputusan yang tegas. Sering kali orang tua menjadi plin-plan, sebelumnya berkata A kemudian berkata B. Menjadi ayah, menjalankan parenting lelaki maka harus menghindari hal yang demikian.

Memang menjadi ayah yang tegas sering kali terasa ‘keras’ atau tidak nyaman bagi anak. Namun hal ini juga patut untuk anak dapatkan sebagai bagian dari mendidik mereka.

Maka, kita perlu untuk belajar bersikap tegas namun sayang. Dengan kita memadukan antara sikap tegas dan sayang, kita bisa menjadi sosok ayah yang lebih baik dalam keluarga.

Anak-anak akan merasa kagum karena melihat seorang ayah yang tegas dan disiplin, teguh pada prinsip. Namun juga, mereka akan melihat dan merasakan bagaimana nyamannya kasih sayang seorang ayah kepada mereka.

4. Menjadi Ayah adalah Menjadi Role Model Yang Baik Bagi Anak

Menjadi Ayah adalah Menjadi Role Model Yang Baik Bagi Anak

Menjadi ayah berarti menjadi role model yang baik bagi anak-anaknya. Bagi seorang anak laki-laki, karakter seorang ayah biasanya akan menjadi sosok yang mereka contoh dalam tumbuh kembang mereka, dan tidak  sedikit yang terus terbawa sampai dewasa nanti.

Sementara itu, bagi seorang anak perempuan, ayah adalah cinta pertamanya, dan bisa jadi menjadi patah hati pertama mereka juga. Maka, peran ayah bagi anak perempuan akan sangat mempengaruhi cara pandang mereka terhadap laki-laki ketika mereka dewasa nanti.

Oleh sebab itu, ayah perlu menjadi role model yang baik bagi anak-anak mereka. Ini hukum wajib dalam membersamai tumbuh kembang anak sesuai yang kita harapkan dan idamkan sebagai orang tua.

Kita sebagai seorang ayah sebaiknya tidak melakukan tindakan yang melanggar peraturan di depan anak karena dapat menjadi contoh buruk. Baik itu  peraturan dalam masyarakat atau pun peraturan yang kita sepakati dalam keluarga.

Contoh sederhana, jangan parkir sembarangan, buang sampah sembarangan, melanggar rambu lalulintas, berkata yang tidak baik, dan berbagai hal dalam keseharian lainnya.

Menjadi ayah, harus bisa menunjukkan sikap yang lembut pada ibu dan anggota keluarga lainnya agar anak menjadi memiliki panutan bagaimana cara memperlakukan pasangan dan orang lain, sehingga kelak mereka juga dapat menjalin hubungan sosial yang lebih baik.

5. Pahami Jika Ayah Juga Berperan Dalam Parenting

Pahami Jika Ayah Juga Berperan Dalam Parenting

Parenting ayah mungkin belum banyak menjadi pembahasan. Namun demikian dalam praktiknya, ayah juga tidak luput dari peran mendidik dan mengasuh anak.

Di Indonesia, memang sering kali tugas dari mengasuh dan mendidik anak masih menjadi tugas ibu, padahal ayah juga memiliki peran penting dalam mendidik anak. Oleh sebab itu, perlu adanya kesadaran dari seorang ayah, bahwa mereka perlu menjalankan parenting ayah.

Sebagai seorang kepala keluarga,  seorang ayah, jangan hanya mengandalkan istri untuk mengurus anak secara penuh. Ayah juga perlu terlibat dan punya peran yang sama besarnya dalam mendidik anak, hal ini dengan cara membagi tugas untuk mengurus anak secara bergantian.

Saya sendiri membagi peran ini dengan istri sejak awal pernikahan, sudah merancang kemungkinan nanti ketika memiliki anak bagaimana pembagian peran yang akan kami lakukan.

Saat ini, untuk pagi hari saya penuh bersama Nala sebelum saya berangkat aktivitas, begitu juga malam hari selepas saya pulang kerja saya gantian bersama Nala.

Nah, untuk akhir pekan, pada Sabtu dan minggu, tentu saja kami gunakan untuk waktu keluarga. Saya sering kali mengambil porsi lebih besar untuk akhir pekan, dan memberi waktu jika istri ingin waktu sendiri.

Penting juga untuk istri memahami bahwa, perlu sesekali biarkan anak dan ayah menghabiskan waktu berdua untuk membangun bonding. Ini penting, terlebih jika seorang ayah memiliki kesibukan yang tinggi.

Parenting Menjadi Tugas Seluruh Anggota Keluarga

Parenting menjadi tugas bersama, antara suami dan istri. Lebih jauh, bahkan menurut saya pribadi, peran pengasuhan anak ini akan melibatkan semua orang yang berada dalam lingkungan anak. Mengapa? Karena anak akan meniru dengan cepat dalam masa tumbuh kembangnya.

Karena anak mudah meniru, maka kita sebagai orang tua perlu melakukan berbagai upaya agar anak-anak kita mendapatkan contoh perilaku yang baik. Ini seperti sering kita dengar bahwa mengikuti suri tauladan yang baik, menjadi kunci keberhasilan tumbuh kembang seseorang.

Maka, parenting ayah saja tidak cukup. Jika dalam rumah, ada anggota keluarga lain, misalnya orang tua, menjadi penting agar mereka juga memiliki pandangan atau konsep parenting yang sama  dengan kita sebagai orang tua utama anak.

Terima kasih telah membaca catatan saya kali ini: Peran Penting Parenting Bagi Ayah. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran mengasuh anak.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai di sini dulu, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Lelaki Butuh Dikuatkan Dalam Peran Parenting Ayah
Lelaki Butuh Dikuatkan Dalam Peran Parenting Ayah