Tips Memilih Botol Susu Bayi Sesuai Usia Bayi

Tips Memilih Botol Susu Bayi Sesuai Usia Bayi

Menjadiayah.com Tidak terasa Nala tumbuh begitu cepat. Rasanya polemik memutuskan penggunaan susu formula baru saja kemarin, juga masalah kesulitan dalam memilih botol susu bayi yang sesuai untuk usia Nala saat itu. Tetapi ternyata sudah lebih satu tahun yang lalu saya dan istri lalui polemik itu.

Istri saya memiliki perjuangan panjang dalam proses pemberian ASI untuk Nala. Drama-drama kecil dan besar terjadi. Berbagai cara yang kami lakukan agar produksi ASI tetap stabil dan melimpah, pada akhirnya kenyataan tak dapat kami bantah.

Ketika Nala harus mulai menggunakan susu formula, keputusan dalam kesempatan besar antara saya dan istri dimulai. Printilan dari keputusan itu salah satunya adalah memilih dot dan botol susu yang paling sesuai untuk usia Nala.

Nah, bukan bermaksud menggurui hanya berbagi pengalaman bagaimana memilih botol susu sesuai usia bayi yang saya terapkan untuk anak saya Nala. Tentu saja apa yang saya tulis ini, selain dari hasil praktik saya, juga dari berbagai sumber yang saya baca dan pelajari. Apa saja tips memilih botol susu sesuai usia bayi? Berikut ulasannya:

1. Memilih Botol Susu Bayi Berdasarkan Material

Memilih Botol Susu Bayi Berdasarkan Material

Ketika saya melakukan pencarian mengenai rekomendasi botol susu bayi, pertama-tama yang menjadi perhatian adalah bahan atau material botol yang aman.

Mulai dari pakar kesehatan, dan berbagai rekomendasi dari orang tua yang telah menggunakan berbagai produk botol menyusui. Mereka menyarankan untuk memilih botol susu yang terbuat dari bahan aman alias bebas BPA/Phthalate atau Bisphenol-a.

Seperti kita ketahui bersama bahwa BPA adalah bahan kimia yang biasa digunakan untuk membuat benda/produk berbahan dasar plastik dan dapat berbahaya bagi bayi bila terpapar BPA ini.

Maka, banyak yang kemudian menyarankan untuk menggunakan bahan bebas BPA seperti kaca atau plastik bebas BPA/Phthalate.

Pakar kesehatan lebih menganjurkan orang tua untuk menggunakan botol kaca karena teruji bebas BPA dan lebih tahan lama. Saat ini sudah tersedia botol kaca dengan ukuran kecil dan ringan.

Selain itu, botol kaca juga kini sudah terus dilakukan inovasi. Kita mungkin khawatir akan mudah pecah! Nah, ternyata botol kaca bisa kita lindungi dengan menggunakan silikon (silicone sleeves).

Sebagian dari pembaca tentu sudah melihat bagaimana model silikon yang mengelilingi botol sebagai pelindung. Sehingga ketika botol itu jatuh, akan tetap aman. Namun tidak menjamin 100% Aman ya.

Saya sendiri sudah menggunakan botol kaca dengan pelindung silikon. Pernah terjadi insiden jatuh, memang tidak pecah, akan tetapi terjadi retakan kecil walau sudah dilindungi silikon. Nah, tentu saja pada benturan yang lebih keras bisa saja pecah berantakan.

Material Botol Berdasarkan Usia Bayi

1. Usia Newborn: Tidak masalah ketika menggunakan botol susu dari kaca dan bebannya cukup berat. Karena masih dipegangkan oleh orang tua secara penuh, sehingga akan aman.

2. Usia Bayi 6-10 Bulan: Ketika anak mulai bisa memegang botol susunya sendiri, pada usia 6-10 bulan, kita perlu untuk mempertimbangkan botol susu berbahan plastik yang lebih ringan bagi anak. Pertimbangan ini juga menghindari kemungkinan botol susu terjatuh dari tangan anak. Jika bahan kaca akan sangat berbahaya.

2. Ukuran Botol Sesuai Usia Bayi

Ukuran Botol Sesuai Usia Bayi

Menurut saya perihal ukuran botol ini sangat penting! Saya dan istri waktu itu sudah mempersiapkan berbagai perlengkapan bayi menjelas kelahiran Nala, tidak terkecuali membeli botol susu.

Nah, ternyata botol susu bayi yang saya beli itu ukuran besar. Ukuran 120 ml, yang mana ini berpanduan dengan dot yang juga besar. Jadi dotnya tidak sesuai mulut ukuran bayi, dan tentu saja botolnya juga sangat besar akan tidak nyaman dan berat ketika Nala menyusu.

Selain dari apa yang saya persiapkan, botol susu bayi juga saya dapat dari kado kelahiran Nala. Ternyata kado yang ada bentuknya paketan, dan semua botolnya ukuran besar, yaitu 160 – 220 ml. Tentu tidak bisa dipakai untuk Nala.

Walau Nala baru menggunakan botol susu ketika usia 6 bulan. Waktu itu botol yang paling tepat adalah botol ukuran kecil, saya mulai dengan botol 80 ml, begitu juga dengan dot yang saya pilih agar tidak bingung puting.

1. Usia Newborn: bayi baru lahir membutuhkan ukuran botol dan dot yang kecil, mulai dari 30 ml, 60 ml dan 80 ml. Sesuaikan dengan besar kecil mulut bayi.

Jika pembaca memperhitungkan efisiensi atau hemat, agar tidak terlalu kecil dan besar, bisa menggunakan ukuran 80 ml langsung. Tujuannya, agar nanti tidak cepat diganti saat anak mulai membesar.

2. Usia 6 bulan: ketika bayi sudah lebih besar tentu membutuhkan ukuran botol yang lebih besar pula. Untuk usia 6 bulan, sebaiknya menggunakan botol susu berkapasitas 160-200 ml.

3. Di atas 12 bulan: bayi dapat menggunakan botol susu berkapasitas 200-220 ml. Namun sekali lagi, harus menyesuaikan dengan bentuk dan kenyamanan bayi.

Seperti pada kasus Nala, walau mulai menyusu dengan botol di usia 6 bulan. Nala memulai dengan botol ukuran 80 ml. Karena memang ukuran ini yang paling nyaman untuk Nala dari sisi ukuran.

3. Perhatikan Bentuk Botol Susu Bayi

Perhatikan Bentuk Botol Susu Bayi

Selain bahan dan ukuran, sebagai orang tua kita patut untuk memperhatikan bentuk botol susu bayi. Banyak bentuk botol susu bayi yang dijual dengan berbagai merek.

Saya dan istri, kala itu memulai dengan bentuk yang paling umum. Namun ternyata tidak sesuai dengan ukuran mulut Nala dan pegangan tidak nyaman. Maka kemudian beralih ke bentuk lain.

Nah, secara umum, ada tiga bentuk botol susu bayi yang bisa kita jadikan pedoman dalam memilih botol susu bayi yaitu:

Bentuk standar: memiliki bentuk yang tinggi, lurus, mudah diisi dan dibersihkan. Menggunakan bentuk ini sangat cocok untuk bayi dan balita yang sudah terbiasa mengisap susu dari botol dan mudah digenggam oleh tangan anak.

Bentuk Lekukan: memiliki bentuk yang menekuk pada bagian leher botol. Dengan bentuk ini maka susu terkumpul pada bagian bawah, dan dapat mencegah bayi menelan udara sehingga tersedak. Bentuk ini sangat cocok untuk bayi newborn. Kekurangan dari bentuk ini, botol lebih sulit untuk diisi dan dibersihkan.

Bentul Lebar: bentuk ini dirancang untuk dot yang berbentuk lebar, pendek, dan menyerupai payudara. Nah, bentuk ini yang saya rekomendasikan bagi pembaca yang sedang berjuang bersama bayinya melalui masa peralihan dari menyusu langsung pada ibu ke botol susu.

4. Memilih Botol Susu Bayi Berdasarkan Fitur

Memilih Botol Susu Bayi Berdasarkan Fitur

Pertimbangan dalam memilih botol terakhir adalah fitur botol. Ibu saya pernah berkata begini “Perkembangan dalam urusan botol ini sangat luar biasa” ketika beliau melihat berbagai fitur yang ada pada botol susu yang Nala gunakan.

Fitur botol susu bayi memang menjadi perhatian penting bagi kita orang tua milenial saat ini. Berbagai kemudahan yang ada dari fitur botol jangan sampai kita lewatkan begitu saja. karena fitur ini akan sangat bermanfaat.

Apa saja fitur yang sebaiknya pembaca perhatikan ketika memilih botol susu sesuai usia bayi? Dalam pengalaman saya, ini fitur yang saya pertimbangkan untuk ada dalam botol susu Nala.

1. Fitur Botol Anti Sedak dengan Ventilasi Udara: Botol ini memiliki sistem ventilasi udara internal yang mana akan membantu mengurangi jumlah gelembung udara yang dapat dikonsumsi bayi dan menyebabkan tersedak.

Dengan adanya sistem ventilasi internal ini maka mampu memisahkan jalur udara dan cairan susu dalam botol. Sehingga tidak akan atau mengurangi kemungkinan bayi menelan banyak udara yang akan membuat bayi kembung, tersedak dan berujung kolik.

Kita tahu, ketika bayi kolik bisa berdampak pada berbagai hal. Tidak sedikit, ibu yang kemudian menjadi baby blues karena bayi mereka kolik dan tak kunjung berhenti.

Fitur anti kolik ini sangat berguna untuk newborn yang lebih sering kolik. Pada situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), dijelaskan bahwa, kolik infantil atau kolik pada bayi biasanya terjadi pada bayi berusia 2 minggu sampai 4 bulan.

2. Fitur Kemudahan Menghisap dan Bonding:  Terdapat botol susu bayi yang memudahkan bagi bayi untuk menghisap. Botol ini pada bagian leher dan dotnya berbelok atau miring. Bentuk ini dirancang untuk mempermudah bayi dalam mengisap susu dari dot.

Selain itu, bentuk botol susu ini juga akan memberikan ‘rasa’ tetap bonding pada bayi saat ibu harus kembali bekerja dan bayi ditinggal kemudian menyusu ASI menggunakan botol susu bayi.

Catatan Ayah

Terima kasih telah membaca catatan saya kali ini mengenaiTips Memilih Botol Susu Bayi Sesuai Usia Bayi. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran mengasuh anak.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai dulu, terima kasih sudah membaca. Salam.

More Stories
Belajar Dari Rumah
Walau Berat, Orang Tua Harus Siap Siaga Temani Anak Belajar Dari Rumah