Belajar Dari Rumah

Walau Berat, Orang Tua Harus Siap Siaga Temani Anak Belajar Dari Rumah

Menjadiayah.com Kebiasaan baru yang sudah berjalan satu tahun lebih karena pandemi, terkadang menjadikan kita lelah. Salah satunya karena rutinitas baru ini memang membutuhkan adaptasi. Apa lagi bicara belajar dari rumah, orang tua dan anak perlu kompak untuk bisa menghadirkan kenyamanan dalam menjalani belajar daring ini.

Anak-anak kita hari ini masih harus menghadapi sistem belajar jarak jauh atau biasa kita sebut sekolah online. Sebagai orang tua, tentu saja kita harus bisa mendampingi anak selama belajar online. Apa lagi bagi yang baru masuk tahun ini.

Jika kita lihat pada Kalender Pendidikan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (13/7) ditetapkan sebagai tahun ajaran baru 2020/2021. Tahun ajaran ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kini siswa dan guru harus menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Metode belajar online atau PJJ ini tentu saja menjadi tantangan. Berbagai hal berubah, utamanya media yang digunakan. Jika tidak benar-benar dilaksanakan dengan baik, bisa menimbulkan risiko jenuh dan stress bagi anak.

Apa lagi, tidak sedikit guru yang juga belum ‘ramah’ dengan perubahan digital ini. Sehingga pembelajaran dilakukan dengan monoton. Padalah anak memiliki daya tangkap yang berbeda, apa lagi ketika hanya berhadapan dengan layar. Jika jemu atau jenuh, karena monoton, ya menimbulkan stress bagi anak.

Dampaknya, penurunan nilai akademik, ketidak mampuan belajar, yang pada akhirnya bisa berdampak pada kemampuan anak. Tidak sedikit kasus, yang mana anak sudah bosan / tidak mau belajar online. Faktor penyebabnya beragam. Di sinilah peran penting orang tua sebagai pendamping belajar anak.

Jika dulu dalam pembelajaran tatap muka, orang tua tidak harus senantiasa menemani atau mengawasi anak di sekolah. Saat ini, dengan metode belajar online, orang tua mau tak mau, suka tidak suka, walau terasa berat harus hadir dan mendampingi anak mereka dalam proses belajar daring. Mengapa ini penting?

Kebiasaan Baru Perlu Adaptasi!

Keputusan dilakukannya sistem pembelajaran online memang sebagai cara menghindarkan anak sekolah dari penularan virus corona. Ini tentu langkah antisipasi dan kewaspadaan yang perlu kita dukung bersama.

Akan tetapi, pada kenyataanya belajar online dari rumah masing-masing bisa menjadi celah anak untuk tidak disiplin dalam belajar. Ini bisa terjadi karena orang tua tidak hadir. Atau tidak memahami bagaimana model pembelajaran daring ini.

Cerita orang tua saat ini, bahwa banyak anak yang kemudian menyepelekan cara belajar seperti ini. Tidak hanya anak, kadang juga terdengar orang tua yang ‘tidak percaya’ dengan model belajar ini. Tentu saja karena model ini lebih bebas dan tidak dipantau guru secara langsung.

Karenanya menjadi sangat penting peran orang tua dalam mengajarkan dan mendampingi anak. Orang tua juga perlu tahu bagaimana sistem belajar online ini. Sehingga anak-anak tidak bisa dilepas begitu saja tanpa pengawasan.

Nah ini semua tentu saja membutuhkan adaptasi. Jika sebelumnya banyak orang tua yang memasrahkan begitu saja urusan pendidikan anak kepada sekolah. Kini orang tua harus benar-benar aktif dalam memastikan lancarnya proses belajar mengajar daring ini.

Menghindari Permasalahan Yang Timbul Dalam Sekolah Online

Masalah paling umum yang terjadi saat belajar online adalah ketika anak / siswa mengalami kesulitan dalam menyerap materi. Hal ini karena media pembelajarannya beda, bukan tatap muka.

Ketika media berubah, yaitu dalam bentuk virtual, maka berbagai kendala mengenai kemampuan / pemahaman anak dalam menyerap materi juga sulit untuk guru lakukan penilaian.

Jika dulu bertanya materi yang belum mengerti bisa langsung anak-anak lakukan pada guru. Kini semua jauh lebih terbatas, baik secara ruang, waktu, dan adanya berbagai kendala lain; infrastruktur pendukung dari pada belajar daring itu sendiri.

Berbagai daerah di Indonesia masih banyak yang memiliki masalah jaringan, bisa saja anak jadi ketinggalan ketika gurunya menjelaskan materi. Ini tentu saja pekerjaan besar kita bersama dalam pemerataan akses digital.

Karena berbagai masalah yang akan timbul ini, maka orang tua harus hadir. Setidaknya orang tua adalah tempat bagi anak bertanya, orang tua juga bisa memahami kendala apa saja yang dihadapi anak. Misal ketika kendala jaringan, orang tua bisa segera melakukan perbaikan jaringan, dan lain sebagainya.

Hal lain yang perlu orang tua perhatikan adalah, keseriusan anak dalam belajar. Jangan sampai, kita mengira anak-anak kita sedang belajar online, padahal sedang berselancar untuk tujuan di luar belajar. Ini tentu perlu juga pengawasan, dan orang tua harus update informasi digital.

Ciptakan Ruang Yang Nyaman Agar Anak Tidak Merasa Diawasi

Jangan sampai anak merasa tidak nyaman dengan kehadiran kita sebagai orang tua ketika belajar online. Bisa saja mereka merasa diawasi atau dikekang sehingga merasa tidak bebas. Maka menjadi penting kemampuan orang tua untuk melakukan komunikasi dengan anak.

Mengawasi dan mendampingi anak belajar selama PJJ memang penting. Karenanya kita perlu menciptakan perasaan dan suasana nyaman agar anak bisa betah belajar dan tidak risih. Ini harus diperhatikan agar mereka tetap mood belajar.

Jangan sampai perasaan mereka kacau justru karena kita menemani. Karenanya, perlu ada kesepakatan bersama anak, dampingan seperti apa yang anak inginkan, apa saja yang boleh dan tidak boleh.

Semua ini tentu saja dengan langsung menanyakan kepada anak, apakah nyaman ditemani atau tidak. Kalau tidak, jangan paksakan menemani mereka. Cari cara lain untuk tetap bisa memantau kondisi mereka.

Kesimpulan Belajar Dari Rumah

Orang tua pasti memiliki kesibukan, sebagai ayah apa lagi, pasti banyak hal yang masih harus dikerjakan di luar rumah. Namun demikian, jangan sampai melupakan peran penting dalam mendukung pendidikan anak.

Ayah yang sibuk bekerja, juga harus terus hadir bagi anak-anak mereka dalam proses belajar online. Bisa meluangkan waktu sepulang kerja untuk bertanya mengenai belajar online hari ini.

Intinya, orang tua harus bisa menjadi teman sekolah anak di rumah. Ciptakan kenyamanan, dan tentu saja semua berdasarkan komunikasi dan kesempakatan bersama. Apa lagi jika kita ingin menjalankan tipe orang tua yang demokratis.

Terima kasih telah membaca catatan ayah kali ini mengenai; Walau Berat, Orang Tua Harus Siap Siaga Temani Anak Belajar Dari Rumah. Semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi referensi kita bersama dalam menjalankan peran parenting ayah.

Mohon maaf jika terjadi salah kata, saya hanya ingin menuliskan bagaimana pengalaman saya menjadi seorang ayah, menjalankan parenting lelaki melalui blog saya menjadiayah.com. Ayah Nala cukupkan sampai di sini, terima kasih sudah membaca. Salam

More Stories
Tingkatkan Skill Di Kelas Best Seller Skill Academy